Breaking News:

Luar Negeri

Damai Antara India-Pakistan Disambut dengan Sikap Skeptis, Anggap Perdamaian Hanya Sebatas Wacana

Pujian tersebut berasal dari kelompok pro-India dan pro-kebebasan dan para ahli di Kashmir, tetapi dengan adanya sikap skeptisisme.

SERAMBINEWS.COM, SRINAGAR - Beberapa tawaran perdamaian baru-baru ini antara India dan Pakistan dipuji secara luas.

Pujian tersebut berasal dari kelompok pro-India dan pro-kebebasan dan para ahli di Kashmir, tetapi dengan adanya sikap skeptisisme.

Pada 25 Februari 2021, India dan Pakistan telah setuju untuk menghormati gencatan senjata perbatasan yang telah ditandatangani kedua negara pada tahun 2003.

Namun, kedua negara masih terlibat dalam tuduh menuduh dan beberapak kali melakukan pelanggaran sejak saat itu.

Melansir dari Anadolu Agency, Rabu (24/3/2021) puluhan orang tewas dan puluhan lainnya cedera dalam penembakan lintas batas yang paling intens dalam 17 tahun terakhir sejak 5 Agustus 2019, ketika India mencabut status otonom Jammu dan Kashmir.

Baca juga: Keluarga di Pakistan Minta Bantuan PBB, Bebaskan Pemimpin Separatis Kashmir di Penjara India

Bersamaan dengan perjanjian gencatan senjata, laporan media menunjukkan bahwa kedua kekuatan nuklir sedang mengerjakan peta jalan untuk perdamaian jangka panjang sebagai solusi untuk sengketa Kashmir yang telah berlangsung selama 73 tahun.

Secara resmi, kedua negara belum mengeluarkan pernyataan tentang dialog semacam itu.

Di Kashmir, pemberontakan anti-India yang berkecamuk telah selesai selama 30 tahun.

Hurriyat, sebuah kelompok pro-kebebasan dari beberapa partai politik, pada hari Selasa, (24/3/2021) menyambut baik pergeseran menuju hubungan bertetangga yang baik antara kedua negara dan menyatakan siap untuk mendukung inisiatif tersebut.

Namun, Hurriyat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa upaya semacam itu "tidak akan membuahkan hasil sampai suasana yang bebas dari ketakutan, penindasan, dan hak asasi manusia” dibiarkan berkembang.

Halaman
123
Penulis: Syamsul Azman
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved