Internasional
Dubes Arab Saudi Minta Lebanon Kesampingkan Perbedaan, Segera Bentuk Pemerintahan Baru
Duta Besar Saudi untuk Lebanon, Walid Bukhari meminta politisi Lebanon mengesampingkan perbedaan demi kepentingan nasional.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Duta Besar Saudi untuk Lebanon, Walid Bukhari meminta politisi Lebanon mengesampingkan perbedaan demi kepentingan nasional.
Sekaligus mempercepat upaya untuk membentuk pemerintahan baru, lansir Saudi Press Agency (SPA), Rabu (24/3/3021).
Dia juga menekankan pentingnya mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan pelucutan senjata semua kelompok bersenjata di Lebanon," termasuk Hizbullah.
Agar kedaulatan negara, integritas wilayah, dan kemerdekaan politik dihormati.
"Kami menekankan rasa hormat dan komitmen Kerajaan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Lebanon," ujarnya.
Baca juga: Prancis Desak Uni Eropa Bantu Stabilkan Lebanon dari Krisis Ekonomi
"Khususnya kebutuhan untuk mempercepat pembentukan pemerintahan yang mampu mencapai keamanan, stabilitas, dan kemakmuran yang dicita-citakan oleh rakyat Lebanon," kata Bukhari.
Hal itu disampaikannya saat melakukan pertemuan dengan Presiden Lebanon Michel Aoun.
Itu terjadi sehari setelah upaya terbaru oleh Aoun dan Perdana Menteri yang ditunjuk Saad Al-Hariri mengakhiri lima bulan kebuntuan politi.
Ketika mereka sekali lagi tidak dapat menyetujui pembentukan pemerintahan baru.
Baca juga: Perempuan Lebanon Berduka pada Hari Ibu, Protes Krisis Mata Uang dan Kebuntuan Politik
Padahal, Lebanon terus menghadapi krisis keuangan yang terus meningkat, utang yang meningkat, dan mata uang yang anjlok.
Krisis itu diperburuk oleh ledakan besar pada Agustus tahun lalu yang menghancurkan pelabuhan Beirut dan sekitarnya.
Bukhari mengatakan memberi tahu Aoun bahwa Arab Saudi akan selalu berdiri bersama rakyat Lebanon.
Visi Kerajaan untuk Lebanon didasarkan pada prinsip-prinsip dasar kebijakan luar negeri Saudi, yaitu menghormati kedaulatan semua negara dan tidak mencampuri urusan internal mereka. urusan.
"Kedaulatan Lebanon bersejarah dan dicapai melalui perjuangan rakyat Lebanon, dan kami menghormati kedaulatan ini," katanya.
Dalam pertemuan mereka yang berlangsung di istana presiden di Baabda, dekat Beirut, Bukhari dan Aoun juga meninjau dan membahas sejumlah perkembangan terkini, SPA melaporkan.
Baca juga: Nasib Warga Lebanon, Beli Kebutuhan Sehari-hari Harus Berkelahi, Bahkan Ada yang Bawa Senjata
Lebanon menyambut baik inisiatif perdamaian untuk mengakhiri perang di Yaman oleh Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.
Berharap keberhasilan Kerajaan dan perdamaian berlaku di dunia Arab dan internasional.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dubes-arab-saudi-dan-presiden-lebanon.jpg)