Breaking News:

Owner Yalsa Boutiqe Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Penjelasan Kuasa Hukum Mukhlis Muktar

Dari sepasang suami istri yang ditahan S (30) dan SHA (31), pengajuan ditujukan kepada istrinya, yaitu SHA

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Kuasa Hukum Owner Yalsa Boutiqe, Mukhlis Muktar memberikan keterangan kepada awak media di Banda Aceh, Kamis (25/3/2021). 

Katanya, Yalsa Boutiqe ini beropersi sejak Desember 2019.

Para members mereka juga terbagi dalam beberapa periode untuk membagi keuntungan.

Artinya memiliki terdapat rentang waktu 1,2 tahun beroperasi sebelum dilaporkan ke polisi.

“Dengan waktu 1 tahun 2 bulan, maka ada dua kali sudah para member mengambil modalnya (keuntungan),” ujar Mukhlis.

Baca juga: Polda Tahan Dua Owner Yalsa Boutique, Dana yang Dihimpun Capai Rp 164 M

Baca juga: BERITA POPULER – Cekcok Besan di Aceh Timur, Kasus Yalsa Boutique, Hingga Perakit Senpi Dibebaskan

Pihak pengacara awalnya menawarkan penyelesain secara restorative justice atau secara kekeluargaan.

Karena ini aktivitasnya merugikan orang lain, maka dapat diselesaikan dengan mengembalikan kerugian.

Alasan Mukhlis Muktar mengajukan restorative justice, karena semua pihak salah, owner dan member salah.

Bahkan, katanya, OJK juga tidak pernah melapor mengenai perkara tersebut.

“Sebenarnya penyelesaian secara restorative justice sangat tepat, tapi polisi punya pendapat lain,” ujarnya.

S dan SHA ditetapkan jadi tersangka investasi bodong senilai Rp164 miliar yang kini ditangani Polda Aceh.

Keduanya merupakan pemilik Yalsa Boutique, perusahaan penjualan pakaian muslim. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved