Breaking News:

Baru Tujuh Daerah Cairkan Dana Bergulir untuk Koperasi dan UMKM

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Berbendaharaan (Kanwil DJPb) Aceh, Syafriadi mengatakan, hingga 19 Maret 2021

Humas Bank BRI
BPUM merupakan program yang disediakan pemerintah untuk membantu masyarakat pelaku UMKM di masa pandemi, berikut 3 syarat untuk mencairkan dananya. 

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Berbendaharaan (Kanwil DJPb) Aceh, Syafriadi mengatakan, hingga 19 Maret 2021, baru tujuh daerah yang mencairkan dana bergulir bagi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Padahal program itu dibuat untuk membantu permodalan usaha bagi koperasi dan UMKM. “Untuk Aceh baru tujuh daerah yang mencairkan, yaitu senilai Rp 39.9 miliar. Masih 0,32 persen dari total yang sudah tersalur secara nasional, Rp 12,4 triliun.”

Hal itu disampaikan Syafriadi, Kamis (24/3/2021), terkait acara Seminar Mini Pemanfaatan Dana Bergulir Koperasi dan UMKM, UMI dan KUR bagi Koperasi dan UMKM di Aceh. Seminar itu, dilaksanakan Rabu (23/3/2021), dengan mengundang 23 Dinas Koperasi dan UMKM se-Aceh, Dinas Koperasi dan UKM Aceh, dan sejumlah narasumber dari perguruan tinggi.

Dikatakan, program dana bergulir koperasi dan UMKM yang dikelola  LPDP, besaran nilai pinjamannya cukup lumayan, antara Rp 250 juta sampai Rp 200 miliar. Menurut Syafriadi,  persyaratan yang diminta rata-rata sudah dimiliki oleh sebuah koperasi yang masih hidup dan beroperasi unit usahanya.

“Suku bunga pinjaman dana bergulir Koperasi dan UMKM itu bervariasi. Untuk pemulihan ekonomi nasional bunga pinjaman/jasanya hanya 3 persen, untuk simpan pinjam 7 persen, untuk sektor ril 5 persen, bagi hasil syariah 40 dan 60 persen,” terangnya. 

Untuk Aceh, sebut Syafriadi, baru tujuh daerah yang telah memanfaatkan dana bergulir Koperasi dan UMKM  itu, yaitu Kota Banda Aceh, sudah menyerap Rp 14 miliar, Aceh Tengah Rp 12,8 miliar, Langsa Rp  8,350 miliar, Bireuen Rp 2,1 miliar, Bener Meriah  Rp 1,650 miliar, Aceh Besar Rp 500 juta, dan Aceh Tenggara Rp 500 juta. Sedangkan 16 daerah lagi, terang Syafriadi, belum memanfaatkannya. “Karena masa pencairannya hingga Juni 2021, diharapkan kepada daerah-daerah yang belum memanfaatkan dana bergulir koperasi dan UMKM itu bisa segera mengusulkannya. Tentu dengan melengkapi berbagai persyaratan yang sudah ditetapkan,” harap Kakanwil DJPb Aceh itu.

Sementara pada kesempatan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Helvizar Ibrahim, itu mengingatkan kepada koperasi yang sudah mendapat dana pinjaman bergulir agar tidak lupa melunasinya kembali.

Karena berdasarkan laporan dari LPDB Pusat, selaku pengelola dana dari 19 koperasi dan UMKM yang mendapat pinjaman dana bergulir koperasi dan UMKM itu, baru 3 Koperasi/UMKM yang melunasi pinjaman dana bergulir itu. Tujuh masih berjalan dan sembilan lagi setoran cicilan pengembalian pinjamannya macet.

“Jangan karena setoran pengembalian sembilan koperasi dan UMKM macet, menyebabkan koperasi lainnya terhambat pencairan dana bergulirnya,” ujar Elvizar Ibrahim.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved