Breaking News:

Salam

Covid-19 Belum Berlalu, Maka Jangan Lupa Protkes

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Corona Virus Disease atau Covid‑19 Kabupaten Aceh Barat, Rabu (24/3/2021), melaporkan, ada 11 karyawan

For Serambinews.com
Razia protkes (protokol kesehatan) di Banda Aceh 

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Corona Virus Disease atau Covid‑19 Kabupaten Aceh Barat, Rabu (24/3/2021), melaporkan, ada 11 karyawan perusahaan tambang batu bara di daerah tersebut positif terpapar virus Corona. Mereka kini menjalani isolasi dan perawatan di Banda Aceh bersama seorang warga Aceh Barat lainnya yang juga positif terinfeksi virus tersebut.

Menurut Satgas, ke-12 orang itu diketahui tertular Corona saat memeriksa kesehatan di Banda Aceh. Makanya mereka menjalani isolasi mandiri dan pengobatan di ibukota provinsi Aceh, bukan di Meulaboh. Sedangkan ruang perawatan pasien Covid‑19 di Meulaboh saat ini masih kosong.

Kita berharap mereka yang sudah terinfeksi itu bisa secara disiplin menjalani isolasi dan pengobatan. Namun, yang kita garisbawahi adalah pernyataan Satgas tadi bahwa ke 12 orang dari Aceh Barat itu tertular Covid-19 saat berada di Banda Aceh. Yang kedua, katanya, ruang rawat khusus pasien Corona di Meylaboh, ibu kota Aceh Barat, saat ini dalam keadaan kosong. Artinya saat ini di Meulaboh tidak ada pasien Corona yang dirawat di rumah sakit.

Pernyataan bahwa “mereka tertular di Banda Aceh”, tentu harus menjadi perhatian serius bagi warga Kota Banda Aceh serta orang-orang dari daerah hijau yang ingin ke ibu kota provinsi ini. Di Banda Aceh, belakangan ini memang sudah ada kecenderungan mengabaikan virus Corona. Di tempat keramaian, seperti pasar dan café, banyak orang dilaporkan sudah tidak mengenakan masker dan tanpa jaga jarak.

Pusat-pusat perbelajaan juga sudah melonggarkan protokol kesehatan. Yang tadinya pengunjung hanya masuk melalui satu pintu, agar mudah dikontrol, dalam beberapa hari terakhir sudah tak berlaku lagi. Pintu-pintu pusat perbelanjaan sudah dibuka semua sehingga pengunjung bebas keluar masuk tanpa ada yang cek suhu, perintah cuci tangan.

Akan tetapi, pemerintah, terutama Pemerintah Pusat masih terus menyerukan kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan karena virus Corona memang masih berkembang biak di negeri ini. Bahkan, dua hari lalu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengimbau masyarakat supaya dapat menjalankan ibadah di rumah selama Ramadan yang akan datang beberapa hari lagi. Langkah ini harus diambil untuk mencegah peningkatan kasus Covid‑19.

Bahkan, imbauan pelaksanaan ibadah di tengah pandemi Covid‑19 akan dibahas secara khusus dalam rapat terbatas (ratas) antara Presiden Joko Widodo, Wapres Ma'ruf, dan sejumlah menteri. Ratas ini juga membahas kepastian mudik lebaran 2021.

Pemerintah memang sangat khawatir, sebab, di bulan Ramadhan banyak sekali rangkaian aktivitas masyarakat yang menciptakan kerumunan, terutama aktivitas lebaran dan mudik. Bagi pemerintah, mudik lebaran adalah persoalan yang pelik. Sebab di samping menjadi tradisi, pemerintah tengah berupaya mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok melalui vaksinasi terhadap 181 juta masyarakat.

Sejauh ini pemerintah memang belum mengambil keputusan terkait mudik Lebaran 2021. Keputusan itu akan disampaikan kepada masyarakat menjelang puasa. Ma'ruf Amin yang mantan Ketua MUI Pusat itu mengatakan pemerintah masih mengkaji dampak buruk dan positif dari mudik lebaran. Dia tak menutup kemungkinan mudik akan dilarang bila tren kasus covid‑19 terus meningkat. "Prinsipnya yang akan kita pertimbangkan dampaknya seperti apa, kalau dibolehkan dan kalau dilarang dampak pada peningkatan penularan," terang Ma'ruf.

Membaca jalan pikiran dan rencana sikap pemerintah, jelaslah memperihatkan kepada kita bahwa pemerintah masih sangat khawatir atas perkembangan virus Corona di Tanah Air. Oleh sebab itu, kita di Aceh yang boleh dikatakan sudah ada trend penurunan tingkat jangkitan, tentu tidak boleh lengah. Ikatan Dokter Indonesia selalu mengingatkan kita semua supaya selalu disiplin terhadap protokol kesehatan, termasuk pada saat nanti memasuki bulan suci Ramadhan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved