Stunting
Dinkes Simeulue Bersama Unicef dan PKBI Gelar Penanggulangan Malnutrisi Stunting
Adapun data Rikesdas tahun 2018, angka stunting di Kabupaten Simeulue berada di tingkat 2 terburuk setelah Kotamadya Subulussalam, yaitu 47,3 persen.
Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Sari Muliyasno I Simeulue
SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Selama dua pekan, terhitung sejak 15 hingga 27 Maret 2021, Dinas Kesehatan Simeulue dengan dukungan Unicef dan PKBI Aceh melaksanakan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Stunting di dua kecamatan yakni di Kecamatan Simeulue Timur dan Teluk Dalam.
Rangkaian kegiatan tersebut, ditandai dengan penandatanganan MoU Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) yang disusun dalam Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) dengan melibatkan unsur Muspika Plus, Kepala Mukim dan Kepala Desa, Jumat (26/2/2021).
Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan orientasi STBM Stunting selama dua hari bagi tokoh masyarakat, kader KPM, kader Posyandu.
Kegiatan itu telah dilakukan sebelumnya di delapan Puskesmas di Kabupaten Simeulue.

Dalam rilis yang diterima Serambinews.com, bahwa kegiatan penanggulangan malnutrisi stunting telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bersama UNICEF dan PKBI Aceh selama dua Tahun terakhir di Kabupaten Simeulue seperti deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF) sebanyak 31 desa dari 138 desa di Pulau Simeulue.
Adapun data Rikesdas tahun 2018, angka stunting di Kabupaten Simeulue berada di tingkat 2 terburuk setelah Kotamadya Subulussalam, yaitu 47,3 persen.
• VIDEO Sekelompok Orang Konvoi Bawa Bendera Bintang Bulan di Lhokseumawe, Jatuh Bangun Dicegat Polisi
• Besok Listrik di Langsa dan Aceh Timur Padam 3 Jam, Cek Daerah Mana Saja
Permasalahan malnutrisi Stunting, tidak bisa ditangani oleh sektor kesehatan saja, maka kegiatan-kegiatan penanggulangan stunting juga turut melibatkan sektor-sektor lainnya baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun di tingkat Desa.
Sekretaris Dinas Kesehatan Simeulue, Heri Herwanto SKM, MAP, yang dikonfirmasi Serambinews.com, mengatakan bahwa sebagai upaya pencegahan dan percepatan penurunan masalah stunting di Kabupaten Simeulue, Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
"Dengan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat terutama tidak buang air besar sembarangan demi Simeulue yang Sejahtera," pungkas Heri Herwanto.(*)