Breaking News:

Atlet PON Aceh Segera Divaksin

KONI Aceh akan segera memvaksin seluruh atlet untuk mencegah penyebaran Corona virus desease 2019 (Covid-19) sebelum

FOTO KIRIMAN SYAMSUDDIN
Atlet Aceh fokus berlatih dalam Pelatda yang berlangsung di kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Jumat (26/3/2021). Mereka berlatih sebagai persiapan untuk bertanding di PON Papua, Oktober 2021 mendatang. 

BANDA ACEH - KONI Aceh akan segera memvaksin seluruh atlet untuk mencegah penyebaran Corona virus desease 2019 (Covid-19) sebelum mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Kecuali atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus KONI dipastikan juga harus divaksin. Vaksinasi tersebut sejalan dengan imbauan pemerintah melalui Menpora, Zainuddin Amali, KONI Pusat, dan PB PON. Di mana, seluruh peserta PON harus divaksin sebelum berangkat ke Tanah Papua.

Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir Syamaun SIP MPA kepada Serambi, Jumat (26/3/2021), menyebutkan, Ketua Umum, H Muzakir Manaf dan Ketua Harian, H Kamaruddin Abubakar juga sudah meminta Ketua Pelatda, Drs H Bachtiar Hasan MPd untuk memfasilitasi para atlet, pelatih, ofisial dan panitia Pelatda untuk segera divaksin Covid-19.

M Nasir menyebutkan, vaksin yang akan segera dilakukan lebih awal tentu saja lebih bagus, ketimbang mendekati keberangkatan ke PON Papua. Sehingga baik atlet, pelatih, dan ofisial tidak lagi berpikir untuk vaksin. Namun, sebaliknya mereka terus bisa fokus untuk persiapan PON.

Ia secara terbuka menegaskan, setiap atlet, pelatih, oficial, panitia dan siapapun yang terlibat di PON Papua harus divaksin. “Karena, vaksin Covid-19 merupakan suatu syarat yang harus dilakukan bila berangkat ke Papua untuk terlibat di PON,” pungkas M Nasir Syam.

Sementara Ketua Pelatda KONI Aceh, Bachtiar Hasan mengatakan, saat ini ada 80 atlet dari 16 cabang olahraga prioritas pertama dan 47 atlet dari 10 cabang olahraga prioritas dua, yang saat ini sedang menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) lanjutan menghadapi PON Papua.

Berikutnya, cabang olahraga prioritas pertama sebanyak 80 atlet dari 16 cabang olahraga yaitu anggar (8 atlet), angkat besi, (2) binaraga (1), atletik (2), biliar (1), kempo (2), menembak (4), muaythai (8), panahan (8), panjat tebing (3), pencak silat (3), renang (2), sepak bola (20), taekwondo (2), tarung derajat (12), dan wushu (2 atlet).

Sementara prioritas dua terdiri dari 47 atlet dari 10 cabang olahraga yaitu bermotor (4 atlet), dayung (8), layar (1), rugby (24), selam (1), senam (1), sepak takraw (2), sepatu roda (2), terjun payung (1), dan judo (3 atlet).

Bila berdasarkan data dari KONI Aceh, maka jumlah atlet Aceh sebanyak 125 orang, pelatih 45 orang, mekanik (12), dan ofisial tujuh orang. Kecuali itu, vaksinasi Covid-19 tersebut juga akan dijalani oleh pengurus dan staf KONI Aceh.

Seperti diketahui, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, PB PON Papua menyebutkan, PON XX di Papua tetap dilaksanakan 2- 5 Oktober 2021 mendatang. Perhelatan itu dengan suatu syarat semua atlet, pelatih, ofisial, panitia dan semua yang terlibat pelaksanaan multi even olahraga empat tahunan di Tanah Aair itu harus sudah divaksin.

Sementara itu, sejumlah provinsi sudah melakukan vaksin terhadap para atletnya diantaranya yaitu Jawa Timur, Banten, dan Kalimantan Barat. Bahkan, sejumlah provinsi lain seperti Jawa Barat sudah siap memvaksin atlet yang akan dibawa ke PON 2021.

Pada bagian lain, Sekum KONI Aceh, M Nasir mengakui, pihaknya akan segera menyurati Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Kesehatan supaya mendapat prioritas vaksinasi Covid-19 bagi atlet, para pelatih, dan ofisial yang bertanding di PON Papua pada Oktober 2021 mendatang.

“Kita mengharapkan kepada Pemerintah Aceh agar memberi prioritas kepada atlet kita yang akan berangkat ke PON. Karena, sesuai dengan imbauan Pemerintah Pusat, KONI Pusat, dan PB PON, peserta yang terlibat di PON diharuskan menjalani vaksin sebelum menuju ke Papua,” sebut M Nasir.

Sebagaimana diketahui, sebelum mengikuti Pelatda PON, atlet Aceh lebih dulu menjalani rapid tes. Setelah itu, mereka kembali mengikuti rapid tes antigen. Tak hanya sebatas tersebut, atlet juga menjalani tes kesehatan. Hal ini semata-mata dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona di masa pandemi Covid-19.(rel/ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved