Breaking News:

Pemko Serahkan Tiga Aset ke Pemerintah Aceh, Lalu Terima Enam Aset Baru

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyerahkan gedung Banda Aceh Convention Hall (BACH) kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah

Editor: bakri
Foto: Humas Pemerintah Aceh
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman melakukan serah terima alih beberapa aset yang dilakukan dalam rakor program pemberantasan korupsi terintegrasi antara KPK dengan kepala daerah se Aceh, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Jumat (26/3/2021). 

Namun begitu, kata Nova, pekerjaan pembangunannya belum tuntas 100 persen, pada saat itu dan supaya gedung itu bermanfaat, pembangunan bagi masyarakat, Pemerintah Aceh melanjutkannya dengan mengalokasikan dana sekitar Rp 19 miliar, sampai selesai 100 persen.

Kendati pembangunannya sudah selesai, kata Nova, tapi karena sudah setahun lebih tidak ada yang mengurus, pada tahun ini Pemerintah Aceh mengalokasikan kembali anggaran senilai Rp 8 miliar, untuk memperbaiki bagian gedung yang sudah rusak.

“Atap gedung banyak yang sudah bocor, begitu juga plafon gedung sebagian sudah rusak, lantai podium gedung dan kaca gedung ada yang sudah pecah dan lainnya,” tandas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, kunjungannya ke Aceh, selain ingin menyaksikan penyerahan sembilan aset Pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh, juga melakukan pembinaan pencegahan korupsi untuk kalangan birokrasi pemerintahan, instansi vertikal lainnya yang ada di Aceh termasuk perguruan tinggi.

Pagi tadi (Jumat pagi, red), kata Firli Bahuri, sebelum datang ke Gedung BACH ini untuk menyaksikan penyerahan gedung ini dari Wali Kota Banda Aceh kepada Gubernur Aceh, dirinya sudah melakukan rapat dengan pimpinan daerah se-Aceh dan para bupati/wali kota.

Tujuan pertemuan itu, kata Firli, dimaksudkan untuk memberikan penjelasan san penegasan kembali  kepada para pimpinan daerah di Aceh, jangan coba-coba melakukan korupsi.

Masa pembinaan sudah dilakukan dan sekarang sudah masuk masa penindakan. Jadi, siapa saja yang melakukan korupsi, KPK siap menindaknya.

Korupsi, tegas Ketua KPK itu, merusak bangsa dan melukasi hati rakyat. Karena itu, pejabat di Aceh, saya ingatkan kembali, jangan korupsi.

KPK siap mengintai para pejabat di Aceh yang melakukan tindak pidana korupsi.

“Tidak ada hari Jumat yang keramat bagi KPK terkait masalah korupsi. Maksudnya, hari apapun kegiatan korupsi itu dilaksanakan, kita siap mengintai, menangkap dan menindak pelakunya secara hukum,” tegas Firli Bahuri.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved