Breaking News:

Berita Banda Aceh

Puluhan Foto Seni Ukir, Pahat, dan Lukisan Usia Ratusan Tahun Dipamerkan di Taman Budaya

Pada pameran foto tersebut nantinya akan diperlihatkan foto seni pahat, seni ukir kayu dan batu, serta kaligrafi karya seniman Aceh abad 12-19 M.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
FOR SERAMBINEWS.COM
Dalam upaya memperkenalkan kembali seni pahat dan ukir Aceh, sejumlah budayawan Aceh menggelar pameran foto bertajuk "Pameran Foto Seni Ukir dan Pahat Aceh Pada Batu, Kayu, dan Lukisan Pada Kertas". 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam upaya memperkenalkan kembali seni pahat dan ukir Aceh, sejumlah budayawan Aceh menggelar pameran foto bertajuk "Pameran Foto Seni Ukir dan Pahat Aceh Pada Batu, Kayu, dan Lukisan Pada Kertas".

Kegiatan ini digelar di Taman Seni dan Budaya Aceh mulai 26-28 Maret 2021 mendatang.

Budayawan Aceh, Thayeb Loh Angen sekaligus ketua panitia kegiatan ini mengatakan, pada pameran foto tersebut nantinya akan diperlihatkan foto seni pahat, seni ukir kayu dan batu, serta kaligrafi karya seniman Aceh abad 12-19 M. Total, 45 foto yang dipampang di etalase pameran.

"Nantinya ada foto seni ukir dan seni pahat di batu sebanyak 15 lembar, seni ukir dan seni pahat di kayu 15 lembar, dan lukisan dan kaligrafi di kertas 15 lembar. Semua foto direkam sesuai kaedah fotografi arkeologi," kata Thayeb.

Thayeb menjelaskan, ketiga karya seni tersebut telah dikenal sejak kerajaan Samudera Pasai dan Aceh Darussalam.

Baca juga: Seniman Muda Aceh Singkil Diskusi dengan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Ini yang Dibahas

Baca juga: Pihak Dirjen Kebudayaan Luncurkan Program Fasilitasi Kebudayaan, Seniman Aceh Siap Ambil Bagian

Bahkan berdasarkan sejumlah bukti sejarah, karya seni tersebut telah menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran di seluruh lembaga pendidikan masa itu.

"Tujuannya, untuk menampakkan ciri khas bangsa dalam berkarya serta untuk memperbanyak buku-buku karena belum ada mesin cetak seperti di zaman ini,"

"Pada zaman kejayaan itu, menulis dan menghasilkan karya seni berhias ukiran indah dan mengandung filsafat merupakan sebuah keniscayaan," ujar penulis novel Teuntra Atom ini.

Sejumlah pakar seperti, Maestro Kaligrafi Aceh, Said Akram, Kolektor Manuskrip Aceh Tarmizi A Hamid, dan budayawan Thayeb Loh Angen akan menjadi kurator pada acara tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya dan Seni Aceh, Elly Zuarny, S.Sn. menyambut baik kegiatan ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved