Breaking News:

‘Saya akan Kembali Cari Nafkah untuk Keluarga’

Mujiati, satu dari 11 narapidana (napi) perempuan yang bebas murni setelah menjalani penahanan selama 45 hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan)

Editor: bakri
FOTO KIRIMAN ZAKIYA MAHE BUJANG
Napi perempuan yang bebas murni smemperlihatkan surat bebas sebelum meninggalkan rutan tersebut. 

Mujiati, satu dari 11 narapidana (napi) perempuan yang bebas murni setelah menjalani penahanan selama 45 hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Takengon, Aceh Tengah, mengatakan, ia akan kembali merawat suaminya yang sedang stroke.

Selama menjalani hukuman akibat tersandung kasus perusakan barang-barang milik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan, di kawasan Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, menurut Mujiati, dirinya hampir setiap hari dirudung rasa sedih karena harus meninggalkan suaminya di rumah yang sedang sakit. “Suami saya sedang sakit pak. Selama saya di penjara, beliau semakin stres,” jelas Mujiati saat dihubungi Serambi melalui telepon selulernya, Sabtu (27/3/2021) tadi malam.

Mujiati mengungkapkan, rasa sedihnya timbul karena ia merupakan tulang punggung keluarga dengan mencari nafkah sebagai petani. “Saya orang kecil, cuma petani. Setelah bebas, saya akan kembali mencari nafkah untuk menghidupi keluarga,” ucapnya.

Saat berada di balik jeruji besi Rutan Takengon, tambah Mujiati, ia selalu berdoa agar bisa segera menghirup udara bebas. “Hampir setiap malam saya nggak bisa tidur. Paling saya shalat, mengaji, dan berdoa. Bagaimana mau tidur, suami di rumah sedang sakit,” timpal Mujiati.

Awalnya, tambah Mujiati, ia tidak tahu jika tindakan yang dilakukannya tersebut bisa berujung pada sanksi hukum dan masuk penjara. “Pada tanah saya dipasang plang, lalu saya cabut. Tiba-tiba, saya dibawa ke kantor polisi, lalu ke jaksa, dan kemudian dipenjara,” tutupnya. (my)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved