Breaking News:

Opini

Ayah dan Ibu Milenial, Yuk Fokus!

Seorang peneliti asal Inggris pernah melakukan eksperimen terkait dampak jika ia hanya menggunakan ponsel pintarnya selama 30 menit per harinya

KAHLIL MUCHTAR 

Dr. Kahlil Muchtar, S.T., M.Eng.

Kepala Pusat Riset Telematika Universitas Syiah Kuala (USK) dan Peneliti Kecerdasan Buatan (AI)

Seorang peneliti asal Inggris pernah melakukan eksperimen terkait dampak jika ia hanya menggunakan ponsel pintarnya selama 30 menit per harinya. Di masa 30 menit itu ia memeriksa pesan WhatsApp dan email yang masuk, berinteraksi melalui media sosial, dan lain-lain.

Selebihnya ia melakukan aktivitas sehari-hari tanpa ponsel tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan, bahwa ia mampu berpikir lebih jernih tentang apa yang harus ia lakukan ke depan, tidak terganggu dalam aktivitas yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi, dan akhirnya bermuara pada tingkat fokus yang optimal saat melakukan pekerjaan.

Di era milenial ada beberapa hal yang sebelumnya sulit kita gunakan namun saat ini sudah berada di dalam genggaman kita. Dia ntaranya mengakses berita/informasi dari berbagai belahan dunia dengan cepat dan mudah, permainan/game digital yang dulu hanya bisa dinikmati melalui konsol playstation atau rental, kini dengan mudah didapat melalui playstore dan lain-lain.

Jika hal-hal tadi mampu dikendalikan maka keseimbangan aktivitas harian dan masa-masa rehat akan tercapai. Namun demikian, nyatanya banyak masyarakat yang keasyikan menonton video blog, tik-tok, dan lain-lain hingga akhirnya melupakan objektif/tujuan harian yang harus ia capai, seperti belajar, beribadah, dan bersosialisasi.

Tidak hanya itu, game online mampu mendominasi aktivitas pemuda kita baik di rumah maupun di warung-warung kopi. Rasa-rasanya kita memerlukan para ayah dan ibu milenial yang mampu membersamai anak-anak milenial guna memberikan arah positif dalam mencapai cita-cita di masa depan.

Kenapa ayah memiliki peran penting? Seorang anak membutuhkan teladan, dan teladan yang paling dekat adalah kedua orangtuanya.

Khusus untuk anak laki-laki, berdasarkan penelitian yang ada bahwa penyimpangan yang terjadi utamanya disebabkan ayah yang tidak peduli dengan keseharian anaknya.

Penyimpangan yang paling berbahaya adalah menyukai sesama jenis (LGBT) yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Mungkin para ayah bisa berargumen bahwa kita bekerja, membanting tulang mencari rezeki dan lain-lain. Namun kebersamaan dan perhatian di rumah memberikan dampak yang sangat penting bagi pertumbuhan anak.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved