Breaking News:

Berita Aceh Barat Daya

Pekerja Pembersih Rumput di Jalan Tapaktuan-Banda Aceh Masih Gunakan Mata Pisau, Ini Tanggapan BPJN

Sejumlah warga di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan aktivitas pemotong rumput yang dilakukan oleh para pekerja di...

For Serambinews.com
Pekerja memotong rumput di Jalan Nasioanal Tapaktuan-Banda Aceh, Selasa (30/3/2021) di kawasan Pawoh, Kecamatan Susoh. Para pekerja itu masih menggunakan mata pisau dari besi dan membahayakan para pengguna jalan yang melintas. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Sejumlah warga di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan aktivitas pemotong rumput yang dilakukan oleh para pekerja di kawasan Jalan Nasional Tapaktuan-Banda Aceh yang masih menggunakan mata mesin pisau.

Pasalnya, patahan mata pisau pemotong rumput itu, beberapa bulan lalu sudah menyebabkan dua nyawa melayang, yakni Anna Mutia (28) seorang perawat RSUTP, akibat terkena patahan pisau pemotong rumput dan Mukhsin (55) seorang petani yang membersihkan kebun terkena patahan mesin potong rumput miliknya sendiri.

Dua kejadian itu, masih menimbulkan trauma mendalam bagi warga di bumo Brueh Sigupai.

Akibat adanya aktivitas pemotongan rumput di pinggir jalan nasional itu, sejumlah warga yang melintas, harus menghindar dan menjauh, takut terkena patahan dan percikan pemotongan kayu.

Iyo, ambo sajo takui meliek wantu bakarajo cako, payah pai jauh mbo cako. (Iya, saya takut melihat mereka kerja, saya harus menghindar lebih jauh tadi,” ujar Rambo salah seorang warga yang membuka bengkel tak jauh dari mereka bekerja.

Bahkan, serambinews.com yang melintasi kawasan itu sempat menegur para pekerja tersebut, sempat bersitegang dan para pekerja. Menurut mereka, apa yang dilakukan itu, sudah sesuai aturan dan sudah melaporkan ke pihak kepolisian.

"Apa tegur-tegur kami, kami kerja ini sudah lapor ke Polsek, kalau mau lapor, lapor terus,” kata seorang pekerja dengan nada tinggi.

Namun, setelah dijelaskan bahwa apa yang dilakukan itu, membahayakan pekerja dan pengendara, sejumlah pekerja yang sudah mengerumuni serambinews.com, pun dan membuat lalu lintas di depan MIN Pawoh Susoh sempat macet pun reda.

“Kami orang kerja, kami apa yang disuruh, kami tau ini bahaya. Sebaiknya sampaikan saja pada bos kami di kantor,” pintanya.

Sementara itu, PPK 2.3 BPJN Aceh, Adrian saat dikonfirmasi meminta maaf atas insiden adu mulut yang sempat menarik perhatian dan warga yang melintasi kawasan Susoh tersebut.

“Saya minta maaf, atas insiden itu, sarannya akan kami pertimbangkan dan evaluasi kembali,” ujar Adrian.

Menurutnya, potong rumput menggunakan mata pisau besi itu lebih mudah dan akan tercapai target kerja, mengingat rumput di kawasan Susoh cepat tinggi dan keras.

“Kalau pakai tali itu, takutnya lambat dan tidak tercapai target pak. Namun, kita akan evaluasi kembali, apakah arahnya tidak menghadap ke jalan, atau bagaimana, sehingga tidak membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Luthfi, Remaja yang Jago Tulis Puisi dan Cerpen Mampu Tamat SMA Selama Dua Tahun, Begini Kisahnya

Baca juga: Ini Perkembangan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Simpang Jernih

Baca juga: Simak! Ini Aturan Terbaru untuk Lakukan Perjalanan Dalam Negeri, Berlaku Mulai 1 April 2021

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved