Breaking News:

Berita Pidie Jaya

Belum Sempat Nyoblos, Satu Kandidat Keuchik di Pijay Meninggal Dunia. Ini Penyebabnya

Melihat kondisi semakin melemah warga memboyong ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Pijay guna mendapat pelayanan medis.

SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Staf Kementerian Desa Tertinggal (kanan) mengarahkan pemilih dalam melakukan pencoblosan suara pada salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Rabu (31/3/2021) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di 87 gampong di delapan kecamatan. SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL 

Melihat kondisi semakin melemah warga memboyong ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Pijay guna mendapat pelayanan medis.

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Suasana duka menyelimuti prosesi pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) terhadap 87 keuchik di delapan kecamatan di Pidie Jaya (Pijay) secara serentak, Rabu (31/3/2021).

Salah satunya, kandidat calon keuchik di Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Pijay, Tgk Satria (51) menghembuskan nafas tetakhir sekira pukul 09.00 WIB.

"Beliau tidak sempat memberikan hak suara atau pencoblosan karena ia sekitar pukul 08.30 mengeluh sakit saat sedang bersama warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS)," sebut Asisten I Setdakab Pijay, Drs Abubakar Usman SSos kepada Serambnews.comi, Rabu (31/3/2021).

Melihat kondisi semakin melemah warga memboyong ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Pijay guna mendapat pelayanan medis.

Baca juga: Polemik Istana Negara Burung Garuda di Ibu Kota Baru, Pemborosan Dana dan Tak Cerminkan Peradaban

Baca juga: Pemerintah Tolak Partai Demokrat Kubu Moeldoko, Berkas Tak Lengkap, DPD & DPC Tidak Disertai Mandat

Baca juga: Bupati Sebut Kondisi Keuangan Aceh Utara Sedang Sekarat, Ini Sebabnya

Namun berselang 30 menit Tgk Satria menghembuskan nafas terakhir saat sedang dalam rawatan di RSUD setempat.

Dari hasil informasi, Satria selama beberapa tahun terakhir mengalami riwayat penyakit Diabetes Meletus (DM).

Atas meninggalnya Satria tersebut pihak panitia pemungutan suara gampong setempat terus melakukan proses pencoblosan hingga perhitungan jumlah suara meski dengan kondisi kandidat tersisa satu, Jamaluddin Ahmad.

Kendati demikian, proses pesta demokrasi ini menjadi sorotan khusus oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (KDPT) RI, Drs A Halim Iskandar MPd bersama stafnya secara Video Converent (Vidcon) yang dipusatkan di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima.

Acara ini yang dihadiri Bupati, H Aiyub Bin Abbas, Wakil H Said Mulyadi serta unsur Forkopinda lainnya.

"Seperti diketahui, Pilkades secara serentak untuk 87 keuchik di Pijay diikuti oleh 47 Calon dari Petahana dan selebihnya 40 lagi adalah kandidat baru,"jelasnya.

Ditambahkan Abunakar, dari 87 Pilkades yang dilaksankan secara serentak iru tersebar, di Kecamatan Bandar Baru sebanyak 23 gampong, Bandar Dua 24 gampong , Jangka Buya 2 gampong, Ulim 4 gampong, Meurah Dua 6 gampong, Trienggadeng 10 gampong, Panteraja 5 gampong, dan terakhir Meureudu 13 gampong. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved