Breaking News:

Salam

Masyarakat Belum Tepat Waktu Menerima Peringatan Dini

Harian ini kemarin menempatkan “warning” dari BMKG sebagai berita-berita utama di halaman Serambi Kutaraja dan Serambi Barat

Editor: bakri
Dok BPBD Aceh Besar
BPBD) Aceh Besar menyisir Daerah Aliran Sungai Pudeng, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar untuk mencari Nenek Nurma yang hilang diseret arus Sungai Pudeng, Kecamatan Lhoong 

Harian ini kemarin menempatkan “warning” dari BMKG sebagai berita-berita utama di halaman Serambi Kutaraja dan Serambi Barat. Pejabat-pejabat BMKG di Aceh Besar dan pantai barat Aceh mengingatkan masyarakat supaya berhati-hati di tengah cuaca yang sedang buruk ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, mengingatkan masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor. “Warning” itu dikeluarkan karena dari prakiraan cuaca, curah hujan sedang hingga hujan lebat pada kategori 4 akan berdampak banjir dalam skala menengah di wilayah bantaran sungai atau wilayah dataran rendah, daerah hilir serta tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi dengan potensi dalam skala menengah hingga tinggi. "Karena sudah beberapa hari diguyur hujan, maka BMKG memprediksi akan adanya dampak terhadap terjadinya bencana," kata pejabat BMKG.

Dijelaskan, keadaan ini bila dilihat dari dinamika atmosfir, pemicunya antara lain Madden‑ Julian Oscillation (MJO) atau gelombang atmosfer yang terjadi di wilayah tropis.  MJO berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia bagian barat, terbentuknya belokan angin, konvergensi di Provinsi Aceh dan sirkulasi Eddy (pusaran angin) bisa menyebabkan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di selatan Aceh.

Daerah yang harus sangat mewaspadai kemungkinan buruk itu adalah Kabupaten Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Jaya, dan Pidie. "Untuk Kecamatan lain di kabupaten/kota di atas, berpotensi hujan ringan hingga sedang dan tidak merata."

Masyarakat diminta agar selalu siaga bila terjadi bencana hidrometeorologi,terutama untuk selalu wasapada terhadap potensi yg dapat berdampak banjir untuk daerah aliran sungai, daerah hamparan datar yang luas seperti persawahan yang dapat merendam tanaman petani, bisa banjir genangan di perkotaan, banjir di wilayah hilir. Bahkan, bisa terjadi banjir bandang serta perlu lebih waspada terhadap potensi tanah longsor untuk wilayah pegunungan atau wilayah lereng.

Sedangkan prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi di Nagan Raya, Rezky P Hartiwi,  mengingatkan warga terkait potensi hujan lebat yang disertai petir. "Waspadai hujan lebat disertai petir wilayah barat selatan Aceh," katanya.

Selain potensi hujan, BMKG merilis angin kencang 20 kilometer per jam arah timur laut. Gelombang laut dengan ketinggian 1,25 meter hingga 2,5 meter. "Suhu berkisar 22‑32 derajat celsius dan kelembaban 75‑95 persen," tulisnya.

Yang menjadi persoalan adalah bagaimana masyarakat bisa menerima peringatan BMKG secara “on time” sehingga warga seperti petani, nelayan, dan lain-lain bisa segera bersikap hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya petir, banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi. Ini sebetulnya adalah tugas penting pemerintah melalui instansi-instansi teknisnya untuk dapat mengupayakan agar setiap ada “warning” dari BMKG, masyarakat bisa menerimanya tepat waktu. Jangan sampai peringatan itu diterima masyarakat setelah “ex pired” atau kedaluwarsa.

Salah satu korban bencana yang sangat menyedihkan menimpa seorang wanita lanjut usia di Lhoong, Aceh Besar, tiga hari lalu. Seperti biasa, setelah bekerja di kebun, Nek Nurma (60 tahun) menyeberang sungai untuk kembali ke desanya. Namun, tiba-tiba ia terseret arus sungai yang mendadak kencang. Korban tak bisa menyelamatkan diri. Sampai hari ketiga pencarian, Nek Nurma belum ditemukan.

Seperti sudah sering kita sampaikan bahwa kesiapsiagaan merupakan salah satu bagian dari proses manajemen bencana dan di dalam konsep pengelolaan bencana yang berkembang saat ini, peningkatan kesiapsiagaan merupakan salah satu elemen penting dari kegiatan pengurangan risiko bencana yang bersifat pro-aktif, sebelum terjadinya bencana.

Sistem peringatan dini menjadi bagian penting dari mekanisme kesiapsiagaan masyarakat, karena peringatan dapat menjadi faktor kunci penting yang menghubungkan antara tahap kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Secara teoritis bila peringatan dini disampaikan tepat waktu, maka suatu peristiwa yang dapat menimbulkan bencana dahsyat dapat diperkecil dampak negatifnya. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved