Minggu, 3 Mei 2026

Omzet USK Press Tembus Rp 1 M, Pendapatan Terbanyak dari Luar

Syiah Kuala University Press atau USK Press (sebelumnya bernama Unsyiah Press) yang dulunya bagaikan kerakap tumbuh di batu

Tayang:
Editor: bakri
YARMEN DINAMIKA
Salah satu dari ratusan buku yang dicetak oleh Syiah Kuala University Press. Akhir-akhir ini semakin banyak buku yang diterbitkan atau dicetak USK Press dibeli oleh pihak luar USK, termasuk yang dipasarkan melalui Shopee dan lainnya. 

BANDA ACEH - Syiah Kuala University Press atau USK Press (sebelumnya bernama Unsyiah Press) yang dulunya bagaikan kerakap tumbuh di batu, mati segan hidup tak mau, kini tumbuh sehat dan meraup untung besar dari sektor penerbitan dan penjualan buku, serta barang cetakan lainnya.

Baru tiga bulan pertama saja dalam tahun 2021 (Januari-April), USK Press sudah berhasil meraih omzet penjualan buku dan barang cetakan lainnya pada triwulan I-2021 sebesar Rp 1 miliar lebih, tepatnya Rp1.058.477.319,00.

Angka ini melampaui target triwulan tersebut (Rp 743.600.000,00), yaitu sebesar 42,34 persen yang telah disepakati dengan pimpinan USK pada awal tahun 2021.

Informasi tentang pencapaian ini disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Percetakan USK, Dr Taufiq A Gani, Jumat (2/4/2021), sehari setelah pembuatan laporan penjualan triwulan, tanggal 1 April 2021, di Darussalam, Banda Aceh.

Ia menyebutkan, per 31 Maret 2021, realisasi pengeluaran USK Press adalah 32,2 persen atau Rp 268 juta dari alokasi anggaran Rp 832 juta.

Angka ini bermakna pemasukan (Rp 1 miliar) yang diterima sudah melampaui atau surplus dari alokasi anggaran (Rp 832 juta) yang sudah ditetapkan dalam rencana anggaran tahunan USK.

Dr Taufiq A Gani menambahkan, pencapaian ini merupakan hasil dari kebijakan yang diambil oleh Rektor USK,  Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng yang telah meremajakan mesin cetak di USK Press menjadi mesin yang berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar.

Pencapaian ini juga mengindikasi bahwa bisnis percetakan dan penerbitan dapat menjadi salah satu andalan dalam optimalisasi aset USK yang sedang dalam persiapan bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Hukum (PTN-BLU) menjadi Berbadan Hukum (PTN-BH).

"Angka di atas dapat dicapai optimal berkat strategi pemanfaatan potensi pasar di eksternal USK secara lebih luas dengan menggunakan teknologi informasi, di samping menjaga efisiensi internal USK," kata Taufiq.

Sejak tahun lalu, lanjut Taufiq, USK Press mengubah strategi dengan tidak hanya berfokus pada order percetakan dan penerbitan dari internal yang sangat dibatasi oleh ketersediaan dana dari anggaran USK sendiri.

USK Press, kata Taufiq, berupaya memanfaatkan potensi peluang yang ada di luar USK yang lebih tidak terbatas, karena banyak sekali perguruan tinggi di negeri ini yang belum memiliki penerbitan. Padahal, staf mereka memerlukan penerbitan sesuai standar Dirjen Dikti.

"Dalam kondisi seperti ini USK Press dapat menerbitkan buku yang terindeks Google Scholar dan dapat diklaim Sinta Dikti," ujar Taufiq A Gani.

Dosen Fakultas Teknik USK ini menambahkan bahwa strategi lainnya yang ia lakukan di USK Press adalah mengemas penerbitan buku dengan kegiatan lain, yaitu pelatihan, sertifikasi atau lomba.

Kemasan ini, menurutnya, menambah daya pikat bagi para penulis dan dosen dari berbagai perguruan tinggi dI luar USK karena mereka berkesempatan meningkatkan kompetensi, menambah motivasi, dan menekan biaya penerbitan buku. 

Hasil dari strategi tersebut, kata Taufiq, pendapatan dari eksternal (nonunit kerja USK) lebih besar dua kali dari internal dengan  proporsi 70:30%.

Dr Ir Agussabti MSi, Wakil Rektor II yang membidangi pengelolaan keuangan dan aset di USK mengatakan, semua ini menunjukkan bahwa  kebijakan Rektor USK selama ini untuk mendorong setiap unit bisnis di USK untuk terus mencari strategi inovatif dan kreatif sudah membuahkan hasil.

"USK mulai merasakan manfaat dari mengoptimalkan penggunaan asetnya supaya dapat menghasilkan revenue yang akan digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan program kegiatan pendidikannya," demikian Agussabti.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Percetakan USK, Dr Taufiq A Gani membeberkan rahasia sukses bisnis percetakan dan penerbitan pada unit yang dia pimpin. Buku-buku yang dicetak di USK Press ternyata kebanyakan dipasarkan secara online. Di antaranya, melalui Shopee, Tokopedia, dan Gramedia Digital.

Khusus dengan Gramedia Digital kerja samanya baru berjalan Oktober 2020, jadi belum begitu banyak hasilnya. Beda halnya dengan penjualan melalui Shopee dan Tokopedia, karena usia kerja samanya sudah memasuki dua tahun. “Begitupun, yang paling banyak adalah pengadaan buku oleh pemerintah dan penjualan via Shopee, karena Shopee-lah marketplace terbesar di Indonesia saat ini,” kata Dr Taufiq.

“Kami juga banyak dapat order pengadaan buku dari Perpusnas dan Universias Borneo Tarakan,” tambahnya.

Selain itu, USK Press juga melayani cetak print on demand (CPOD), dicetak sesuai permintaan pembeli. Menurut Taufiq, selain penulisan dan pencetakan buku, USK Press juga melayani jasa editing dan layout buku, bahan-bahan keperluan kantor, cetak kalender, diktat, notes, buku agenda kerja, dan lain-lain.

Dengan pemasaran yang kreatif  inilah USK Press berhasil membukukan omzet di atas Rp 1 miliar dalam tiga bulan ini, prestasi yang belum pernah diraih oleh UPT Percetakan USK itu.(dik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved