Breaking News:

Pembunuh Guru Ngaji Alami Gangguan Jiwa, Dari Hasil Tes Kejiwaan

Putra Pratama (21) pelaku pembunuhan Ramlah (35), seorang guru ngaji warga Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh

Editor: bakri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Sesosok mayat wanita berinisial AM (28) gegerkan warga Kampung Lingkungan II Citatah Dalam, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (3/11/2020). 

BANDA ACEH - Putra Pratama (21) pelaku pembunuhan Ramlah (35), seorang guru ngaji warga Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, pada Jumat (5/3/2021) lalu, diduga alami gangguan jiwa. Fakta itu terungkap dari hasil tes kejiwaan terhadap pelaku.

Berdasarkan rujukan surat visum et revertum psychiatricum yang dikeluarkan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, pada 25 Maret 2021, menerangkan Putra Pratama mengalami gangguan jiwa. Surat yang ditandatangani dr Desikaliana SpKJ itu, menyebutkan pelaku pembunuhan alami gangguan jiwa.

Gangguan jiwa yang dimaksud berupa gangguan jiwa psikotik dengan diagnosa skizofrenia paranoid yang menampilkan perubahan bermakna dan konsisten dalam bentuk keseluruhan dari berbagai aspek perilaku pikiran dan emosi.

Selain itu, Putra Pratama juga mengalami perubahan tingkah laku berhubungan erat dengan keseluruhan, tidak terkendali berupa tindakan pengancaman terganggunya fungsi mental secara keseluruhan.

Penegasan ini disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK melalui Kasat Reskrim, AKP M Ryan Citra Yudha SIK, pada pada Sub Bagian Humas Polresta Banda Aceh, Jumat (2/4/2021).

“Berdasarkan surat visum et revertum psychiatricum yang dikeluarkan Rumah Sakit Jiwa Aceh, PP, pelaku penganiayan berat yang menyebabkan ibu RL meninggal dunia, dinyatakan dalam kondisi alami gangguan jiwa,” kata AKP Ryan.

Kemudian lanjut Kasat Reskrim, dalam waktu dekat pihaknya akan meminta keterangan ahli psikiater dari dokter yang bersangkutan dan menguarkan hasil bagaimana yang dimaksud dengan gangguan jiwa psikotik dengan diagnosa skizofrenia paranoid tersebut. "Walaupun kondisinya dalam gangguan kejiwaan, sampai saat ini proses penyidikan masih berjalan, ujar AKP Ryan.

"Setelah ada hasil visum et revertum ini, pihak Kepolisian akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Banda Aceh untuk menentukan langkah–langkah yang ditempuh selanjutnya,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang ini.

"Hingga detik ini, pelaku Putra Pratama masih dalam perawatan kejiwaan di RSJ Aceh," demikian Kasat Reskrim AKP Ryan.(mir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved