Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Babinsa Kodim 0108/Agara Motivasi Pengrajin Anyaman Tikar Salang Alas

Serda F Lorens Babinsa Koramil 03/Badar jajaran Kodim 0108/Agara, memotivasi pengrajin anyam tikar di Desa Salang Alas Kecamatan Bada, Aceh Tenggara..

For Serambinews.com
Serda F Lorens Babinsa Koramil 03/Badar jajaran Kodim 0108/Agara, memotivasi pengrajin tikar di Desa Salang Alas Kecamatan Bada, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (4/4/2021). 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE  -  Serda F Lorens Babinsa Koramil 03/Badar jajaran Kodim 0108/Agara, memotivasi pengrajin anyam tikar di Desa Salang Alas Kecamatan Bada, Aceh Tenggara, Minggu (4/4/2021).

"Kegiatan ini bertujuan untuk mendongkrak usaha rakyat dari tingkat kecil dan menengah sehingga kemakmuran warga yang ada di wilayah binaanya dapat terwujud", ujar Dandim 0108/Agara Letkol Inf Robbi Firdaus melalui Babinsa Serda F Lorens kepada serambinews.com dalam rilisnya, Minggu (4/4/2021).

Kata Dandim 0108/Agara, tidak hanya memberikan motivasi saja pada warga, tetapi sekaligus menjalin tali silaturahmi antara TNI AD dengan masyarakat, sangat penting dilaksanakan kegiatan anjangsana melalui Komunikasi Sosial (komsos) untuk mengetahui situasi keadaan wilayah, baik dari segi geografi, gemografi dan kondisi sosial (Geo Demo dan Komsos) hingga wilayah terkecil yakni desa.

Kerajinan membuat tikar dari bahan baku daun pandan berduri, tidak segampang yang kita lihat seperti membalikkan telapak tangan dalam proses pembuatannya. Tetapi dibutuhkan keuletan dan kreatifitas agar hasilnya dapat lebih menarik minat pembeli.

Proses membuat tikar ini mulai dari membersihkan dan membuang duri pada daun pandan, dipotong-potong sesuai keinginan yang nantinya akan dianyam.

“Potongan-potongan daun pandan tersebut kita rebus hingga 45 menit, agar getah pada daun menghilang dan membuat warna daun tersebut menjadi putih.

Proses selanjutnya adalah merendam dalam bejana berisi air selama satu malam, daun pandan dijemur pada terik matahari, sampai warna pada daun pandan berubah menjadi putih (warna dasar).

Setelah itu daun pandanpun siap diolah kembali untuk memberikan berbagai warna yang kita sukai, hingga daun pandan pun siap untuk dianyam menjadi tikar,tas,bantal kursi,alas kursi dan dompet “terangnya.

Sementara itu, Rabiah (52) pengerajin, mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang ikut terjun langsung serta membantu masyarakat. “Semoga kebaikan Bapak TNI dapat dibalas oleh yang Maha Kuasa.

Harapan dari pengrajin, agar pemerintah dapat melirik dan membantu hasil buatan pengerajin tradisional tikar, dalam proses pendistribusian baik didalam daerah maupun keluar Provinsi Aceh", ujarnya.(*)

Baca juga: FAKTA Video Mesum 30 Detik Siswi SMA dan Lelaki 26 Tahun, Direkam di Wisma, Si Pria Jadi Tersangka

Baca juga: Ismed Sofyan Persunting Gadis Aceh Tamiang, Anies Baswedan Turut Bahagia

Baca juga: 2 Kerabat Berkelahi Gara-gara Kebun Warisan Nenek, Sepupu Tewas Dibacok, Pelaku Masih Diburu

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved