Breaking News:

Bincang Kopi

Geolog Bandung: Aceh Tengah Sudah Memenuhi Syarat Diajukan Sebagai Kawasan Gayo Geopark

Geolog asal Bandung kelahiran Takengon, Prof Fauzie Hasibuan menyatakan Aceh Tengah sudah memenuhi syarat untuk dimasukkan sebagai kawasan Geopark....

For Serambinews.com
Prof Fauzi Hasibuan. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Geolog asal Bandung kelahiran Takengon, Prof Fauzie Hasibuan menyatakan Aceh Tengah sudah memenuhi syarat untuk dimasukkan sebagai kawasan Geopark. “Tinggal diajukan dan penuhi seluruh syarat yang ditentukan,” katanya “BincangKopi #6 Musara Gayo” secara virtual, Sabtu (3/4/2021) malam.

Geopark adalah sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki Situs Warisan Geologi (Geosite) dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek Warisan Geologi (Geoheritage), Keragaman Geologi (Geodiversity), Keanekaragaman Hayati (Biodiversity), dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity).

Semua ini dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan Pemerintah Daerah, sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya.

“Tanah Gayo sudah punya semua syarat itu,” kata Fauzi Hasibuan, salah seorang pakar geopark Indonesia yang beberapa waktu lalu memimpin tim untuk Geopark Jambi.

Presiden Jokowi telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark) ini diteken Presiden Jokowi pada tanggal 25 Januari 2019 dan diundangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 22 oleh Menkumham Yasonna H Laoly di Jakarta pada tanggal 31 Januari 2019.

“Tinggal penuhi seluruh yang disyaratkan saja,” lanjut Fauzie Hasibuan. Ia mengatakan akan banyak sekali manfaat yang diperoleh Aceh Tengah apabila dijadikan kawasan Geopark antara lain dalam bentuk bantuan dari negara-negara internasional.

Dalam kaitan pembangunan pariwisata Tanah Gayo,  Fauzi Hasibuan juga menyarankan penelitian geologi dalam rangka mendukung pariwisata Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Dari hasil penelitian itu nanti dapat dipetakan daerah-daerah yang sesuai untuk pembangunan jalan, hotel dan sebagainya.

“Jangan sampai nanti  hotel dibangun di daerah rawan gempa, atau rawan longsor  tentu ini akan jadi bencana,” kata Fauzie Hasibuan dalam Ia mencontohkan Pantan Terong dan Paya Tumpi yang beberapa waktu lalu dilanda banjir bandang dan longsor.

“Hal-hal seperti itu yang tidak perlu terjadi kalau sudah dilakukan penelitian,” kata Fauzi Hasibuan yang lahir dan besar di Takengon.

Ia mengatakan, Aceh Tengah sudah memenuhi syarat sebagai daerah wisata. Ada danau, alam yang indah, adat, budaya. “Karena itulah, harus disiapkan betul, tata ruangnya dan itu harus berdasarkan penelitian,” lanjut Fauzi Hasibuan.

Ia menyebutkan sebuah wilayah ditandai dengan zonasi-zonasi, ada yang disebut zonasi inti dan zonasi penyangga.

“Jadi tidak boleh sembarangan, kalau mau bangun hotel, bangun jalan dan lain-lain. Jangan yang dibangun pariwisata-pariwisataan.  Kasihan alamnya,” ingat Fauzi.(*)

Baca juga: Tak Terima Dimarahi Istri, Pria Ini Ngamuk di Rumah Mertua, Keponakan 14 Tahun Tewas Ditikam

Baca juga: Sejumlah Negara Kuat Gelar Latihan Militer di Samudera Hindia, Dipimpin Prancis, China Kepanasan

Baca juga: Pemuda 17 Tahun Setubuhi Pacarnya yang Masih di Bawah Umur, Pelaku Digerebek Orangtua Korban

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved