Breaking News:

Luar Negeri

Hubungan Militer Amerika - China Semakin Beresiko, Setiap Tahun AS Kirim 2.000 Pesawat Pengintai

setiap tahun AS menerbangkan hingga 2.000 serangan mendadak pesawat pengintai ke Laut Cina Kuning, Timur, dan Selatan.

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
AFP
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina. 

Laporan itu datang pada peringatan 20 tahun kecelakaan jet China.

Pada tanggal 1 April 2001, sebuah pesawat EP-3 Angkatan Laut AS bertabrakan dengan jet tempur J-8 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Insiden yang menewaskan seorang pilot China itu terjadi 104 kilometer (62 mil) di lepas pantai tenggara pulau Hainan, China.

EP-3 yang Rusak telah melakukan pendaratan darurat di bandara Linshui di pulau Hainan.

Sengketa tersebut diselesaikan setelah empat bulan negosiasi.

Krisis tersebut diselesaikan dengan permintaan maaf AS, kompensasi, dan pembebasan China atas pesawat dan awak AS, tulis laporan itu.

“Kegiatan pengintaian AS juga mengambil fitur-fitur baru. Pertama-tama adalah 'pengintaian yang menyamar',” kata South China Sea Probing Initiative.

Baca juga: China Buat Pesawat Siluman Terbaru, Pesaing Chengdu J-20, Lockheed Martin F-22 dan Sukhoi Su-57

Baca juga: Menhan AS Lloyd Austin Telepon Prabowo, Bahas Laut Cina Selatan dan Latihan Militer Bersama

Meniru Pesawat Sipil

Pada tahun 2020, SCSPI menemukan pesawat pengintai AS meniru pesawat sipil negara-negara seperti Malaysia dan Filipina dengan menyiarkan kode hex ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) palsu untuk melakukan pengintaian jarak dekat di dekat pantai China, kata laporan itu.

Mengutip data resmi China, laporan itu menambahkan, tiga kuartal pertama tahun 2020 mereka melihat AS meniru maskapai penerbangan sipil negara lain selama lebih dari seratus kali di lepas pantai China.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved