Breaking News:

Internasional

Kota Mumbai Kembali Berlakukan Jam Malam, Penyumbang Terbesar Covid-19 India

Negara bagian terkaya di India, Maharashtra, mengumumkan pembatasan COVID-19 yang ketat mulai Senin (5/4/2021).

Foto: PTI
Kondisi jalanan di Kota Mumbai, India pada hari pertama lockdown jilid 2 pada Rabu (1/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, MUMBAI - Negara bagian terkaya di India, Maharashtra, mengumumkan pembatasan COVID-19 yang ketat mulai Senin (5/4/2021).

Hal itu diberlakukan setelah peningkatan pesat infeksi yang sekarang terhitung lebih dari setengah kasus baru setiap hari di India.

Negara bagian, yang termasuk ibu kota keuangan Mumbai, akan menutup mal, bioskop, bar, restoran, dan tempat ibadah mulai Senin (5/4/2021) malam.

Pihak berwenang juga akan memberlakukan penguncian total pada akhir pekan ini.

Nawab Malik, seorang menteri di pemerintahan negara bagian, mengatakan kepada wartawan setelah rapat kabinet.

Malik mengatakan, pemerintah juga akan memberlakukan jam malam di seluruh negara bagian dari pukul 8 malam hingga 7 pagi mulai Senin (5/4/2021).

Baca juga: India Deteksi Varian Mutan Ganda dari Virus Corona Baru

Sehingga, hanya mengizinkan layanan penting untuk beroperasi selama jam-jam tersebut.

Kepala Menteri negara bagian Uddhav Thackeray bertemu dengan sekelompok industrialis papan atas pada Minggu (4/4/2021) sebelum mengumumkan pembatasan baru.

Kasus virus Corona terus meningkat pesat di India dengan jumlah infeksi baru mendekati tertinggi sepanjang masa pada Minggu (4/4/2021).

Sebagian besar didorong oleh infeksi virus Corona di Maharashtra.

Negara bagian itu melaporkan 93.249 kasus baru dalam 24 jam hingga Minggu pagi, menurut data dari Kementerian Kesehatan federal. Maharashtra.

Baca juga: Arab Saudi Perketat Protokol Kesehatan Covid-19, Kasus Virus Corona Terus Meningkat

Sehingga, menyumbang kurang dari sepersepuluh populasi India, mencatat rekor 49.447 kasus baru.

Negara bagian itu, menurut data kementerian kesehatan, telah menyumbang 57% dari total kasus dan 47% kematian di negara itu dalam 14 hari terakhir.

India hanya mengikuti Amerika Serikat dan Brasil dalam infeksi, dengan lebih dari 12 juta kasus dan hampir 165.000 kematian tercatat sejak dimulainya wabah.

Perdana Menteri Narendra Modi memimpin pertemuan tingkat tinggi pada Minggu (4/4/2021) untuk meninjau situasi COVID-19 dan program vaksinasi.(*)

Baca juga: Mesir Memperkirakan, Saat Ramadhan, Kasus Virus Corona Akan Meningkat

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved