Breaking News:

Penjual Senjata ke ZA Dicokok di Aceh

Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap penjual senjata yang digunakan Zakiah Aini alias ZA (25) saat menyerang Mabes Polri

Penjual Senjata ke ZA Dicokok di Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
RUSDI HARTONO, Karo Penmas Mabes Polri

* Al Chaidar: Imam Muda ‘Alumni’ Jalin

JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap penjual senjata yang digunakan Zakiah Aini alias ZA (25) saat menyerang Mabes Polri, beberapa hari lalu. Penjual senjata berinisial MK (29), itu dicokok di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Kamis (1/4/2021).

"Benar (sudah ditangkap). Yang ditangkap atas nama MK, laki-laki, 29 tahun. di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabtu (3/4/2021).

Hingga berita ini diturunkan, tim Densus 88 masih terus mendalami dan memeriksa MK untuk mengetahui motif ia menjual senjata serta cara yang dilakukan ZA membeli senjata tersebut dari yang bersangkutan. "Masih dalam pemeriksaan oleh Densus 88, nanti jika ada perkembangan akan disampaikan," ujar Brigjen Rusdi Hartono.

Terkait hal itu, kemarin, Serambi menerima informasi bahwa MK atau Muchsin Kamal alias Imam Muda (29), merupakan salah seorang yang pernah mengikuti latihan militer (teroris) di Bukit Jalin, Kota Jantho, Aceh Besar pada tahun 2010 silam. Informasi itu awalnya didapat Serambi dari sumber terpercaya.

Lalu, Serambi mengonfirmasikannya ke Polda Aceh. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, yang ditanyai menjelang sore kemarin mengatakan, pihaknya tidak menerima informasi tersebut. "Informasi itu tidak ada sama kita, yang kita tahu dia ditangkap Kamis (1/4/2021) di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh. Untuk siapa, dia jaringan mana, nanti itu Mabes akan koordinasi sama Kadensus langsung," jelas Kombes Pol Winardy. 

Serambi kemudian menghubungi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Aceh, Meurah Budiman. Serambi meminta Meurah untuk melakukan tracking (pelacakan) terhadap narapidana (napi) yang terlibat terorisme di Aceh. 

Hasil tracking awal, tidak ada nama Muchsin Kamal yang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh yang berlokasi di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. "Setelah kami cek, data atas nama Muchsin Kamal tidak ada di Rutan Banda Aceh . Coba saya cek ke Lapas Banda Aceh," tulis Meurah Budiman dalam pesan WhatsApp (WA)-nya kepada Serambi, kemarin. 

Serambi kemudian menghubungi pengamat terorisme di Indonesia, Al Chaidar. Awalnya, Al Chaidar mengaku belum mendapat informasi tersebut. Ia lalu mencari tahu ke beberapa orang yang pernah melakukan latihan di Jalin, Jantho. "Iya (dia) eks Jalin, Jantho," tulis Al Chaidar dalam pesan WA.

Lalu, Serambi menghubungi Al Chaidar. Ia kemudian menguatkan bahwa benar Muchsin Kamal merupakan eks anggota yang ikut pelatihan di Bukit Jalin, Jantho, pada tahun 2010 silam.  "Benar dia eks Jalin, tapi tidak lama, hanya dua hari ikut latihan, setelah itu pulang," ungkapnya. 

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved