Breaking News:

Luar Negeri

Sosok Pangeran Jordania Hamzah bin Hussein, Mengaku Jadi Tahanan Rumah karena Tuding Raja Korupsi

Seorang pangeran Jordania mengaku, dia menjadi tahanan rumah karena melontarkan kritik kepada sang raja.

AFP PHOTO/KHALIL MAZRAAWI
Dalam foto yang diambil pada 9 September 2015, Pangeran Hamzah bin Hussein dari Jordania menghadiri acara di Amman di mana Pangeran Ali mengumumkan dia ingin menggantikan Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA (badan sepak bola dunia). Pangeran Hamzah menjadi satu dari sejumlah petinggi negara yang ditangkap pada 3 April 2021 karena dianggap memberi ancaman bagi keamanan negara. 

SERAMBINEWS.COM, AMMAN - Seorang pangeran Jordania mengaku, dia menjadi tahanan rumah karena melontarkan kritik kepada sang raja.

Dalam video yang dirilis pengacaranya, Pangeran Hamzah bin Hussein menuding saudara tirinya, Raja Abdullah, korupsi dan tak kompeten mengurus negara.

Pernyataan sang bangsawan terjadi setelah terjadi penangkapan sejumlah pejabat tinggi atas tuduhan melakukan kudeta.

 Militer sebelumnya membantah mereka menjadikan Pangeran Hamzah sebagai tahanan rumah, seperti dilansir BBC Sabtu (3/4/2021).

Meski begitu, dia diperintahkan untuk tidak melakukan gestur yang bisa dijadikan senjata "mengancam keamanan dan stabilitas" negara.

Penahanan Pangeran Hamzah terjadi setelah dia mengunjungi para pemimpin suku, dan mengeklaim memperoleh dukungan.

Meski begitu, dia membantah sudah melakukan pelanggaran dan terlibat dalam konspirasi seperti yang dituduhkan.

Apa yang pangeran katakan?

Dalam video yang dirilis, Hamzah mengungkapkan dia dikunjungi oleh kepala staf jenderal Jordania pada Sabtu pagi waktu setempat.

Dalam kunjungannya, si petinggi jenderal menekankan Hamzah untuk tak pergi keluar atau berkomunikasi dengan orang lain.

Halaman
123
Editor: Faisal Zamzami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved