Breaking News:

Luar Negeri

Dalam Waktu Tiga Bulan Israel Tangkap 230 Anak Palestina, Sebagian Besar Dilakukan di Yerusalem

Israel telah menangkap 230 anak Palestina sejak awal tahun 2021, Perkumpulan Tahanan Palestina (PPS) mengatakan Minggu (4/4/2021).

AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Seorang warga Palestina membantu seorang pemuda yang terinfeksi gas air mata, di tengah bentrokan dengan pasukan Israel di Desa Kfar Qaddum, Tepi Barat, Palestina, pada 15 Januari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, PALESTINA - Israel telah menangkap 230 anak Palestina sejak awal tahun 2021.

Data itu disebutkan oleh Perkumpulan Tahanan Palestina (PPS), Minggu (4/4/2021), dalam sebuah laporan.

Melansir Anadolu Agency, Senin (5/4/2021) laporan tersebut diterbitkan sehari sebelum Hari Anak Palestina dirayakan setiap tahun pada tanggal 5 April.

Perayaan dengan kegiatan budaya, pendidikan, dan media yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang penderitaan anak-anak Palestina.

Penangkapan terkonsentrasi di Kota Yerusalem, kata PPS yang memantau kondisi tahanan di penjara Israel.

Baca juga: China Bantu Palestina, Kirim 100.000 Dosis Vaksin Covid-19 Sinopharm

Baca juga: Ustaz Rahmat Baequni Galang Dana Untuk Palestina Saat Isi Tausiah Nisfu Syakban di Pidie

Baca juga: VIDEO Perjuangan Pria Palestina Nikahi MUA Ternama asal Malang, Berbekal Google Maps Datang ke Rumah

Kelompok hak asasi mengatakan bahwa para tahanan sering dibebaskan dengan jaminan atau dengan memindahkan mereka ke tahanan rumah, tanpa menyebutkan jumlah mereka yang dibebaskan.

"Anak-anak yang dipenjara menjadi sasaran berbagai bentuk pelecehan, termasuk tidak diberi makan atau minum selama berjam-jam, pelecehan verbal dan ditahan dalam kondisi yang keras," katanya.

Cabang Pertahanan untuk Anak Internasional (DCI) Palestina dalam sebuah pernyataan mengatakan, 85% dari anak-anak yang ditangkap tahun lalu menjadi sasaran kekerasan fisik.

Organisasi yang mempromosikan hak-hak anak ini juga mencatat bahwa mereka telah mendokumentasikan 27 kasus, di mana pasukan menahan anak-anak di sel isolasi.

Menurut DCI, praktik tersebut sama dengan penyiksaan atau perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat.

Baca juga: Kisah Perjuangan Pria Palestina Nikahi MUA Ternama asal Malang, Berbekal Google Maps Datang ke Rumah

Gerakan global tersebut mengatakan bahwa mereka mendokumentasikan penerbitan perintah penahanan administratif tanpa dakwaan atau pengadilan terhadap 36 anak sejak Oktober 2015.

Dua di antaranya masih dalam penahanan.

Ditambahkan, pendudukan tersebut menewaskan sembilan anak di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada tahun 2020.

Diperkirakan 4.400 warga Palestina diyakini ditahan di penjara Israel, termasuk 39 wanita dan 350 tahanan administratif, menurut data resmi Palestina.

Penahanan administratif memungkinkan otoritas Israel untuk memperpanjang penahanan seorang narapidana tanpa dakwaan setelah berakhirnya hukuman, yang berkisar antara dua hingga enam bulan. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Baca juga: BERITA POPULER - Janda Kesepian Digerebek, Kisah Juru Masak Hasan Tiro, hingga Ismed Sofyan Menikah

Baca juga: BERITA POPULER - Teroris Serang Mabes Polri sampai Anak Tebas Leher Ayah Kandung

Baca juga: BERITA POPULER - Mahasiswa Kedokteran Dicambuk, Konvoi Bendera Bintang Bulan hingga Kakek Bunuh Cucu

Penulis: Syamsul Azman
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved