Breaking News:

Pariwisata Harus Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyampaikan, dunia pariwisata harus dapat mendongkrak ekonomi

Dok Prokopim BM
Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami menghadiri kegiatan promosi pariwisata Aceh di Hotel Prama Sanur Beach Bali, Sabtu (3/4/2021) malam. 

BANDA ACEH - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyampaikan, dunia pariwisata harus dapat mendongkrak ekonomi masyarakat dengan melakukan berbagai kreativitas dan inovasi yang dapat mendatangkan para wisatawan baik lokal, nasional, maupun internasional. Selain itu juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Indonesia Young Entrepreneur Summit (IYES) Goes to Campus dengan tema “Membangkitkan Ekonomi Umat Ditengah Pandemi”, Sabtu (3/4/2021).

Dalam kesempatan itu juga hadir narasumber lainnya, yaitu Ketua Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Aceh, Azanuddin Kurnia SP MP, Ir H Kamrussamad ST MSi Anggota Komisi XI DPR RI yang juga Founder KAHMI Preneur dan DR Syaifullah Muhammad ST MEng Direktur Eksekutif of Atsiri Research Center-ARC Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno yang memaparkan bahan presentasinya terlihat santai dengan latar belakang Dusun Butuh Desa Kaliangkrik Magelang Jawa Tengah. Dusun Butuh dikenal dengan sebutan Nepal Van Java.

"Kita akan terus mensupport wilayah-wilayah yang memiliki kreativitas dan inovasi dalam pengembangan desanya untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Kami berharap akan banyak desa lainnya yang bisa mengembangkan wilayahnya baik untuk wisata, pertanian, industri maupun lainnya," sebutnya.

Sebelumnya Ketua Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Aceh, Azanuddin Kurnia SP MP yang tampil sebagai pemateri pertama dari Banda Aceh menyatakan bahwa harus bangga menjadi petani atau yang bergerak dan bekerja pada dunia pertanian.

"Menjadi petani atau bekerja pada dunia pertanian adalah pekerjaan yang mulia karena telah memberikan manusia lain bisa menikmati dan makan minum dari berbagai produk pertanian. Bila kita niat yang tulus, maka selain bekerja Insya Allah kita juga bisa beramal karena  telah memberikan sedekah buat orang lain," sebutnya.

Azanuddin Kurnia yang juga sebagai Sekdistanbun Aceh memaparkan dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 baik dampak negatif maupun dampak positif. Diantara dampak negatif adalah terganggunya harga pasar akibat supply dan demand yang tidak pasti, rantai pasokan distribusi produk pertanian yang melambat, dan diawal-awal banyak produk pertanian yang busuk karena tidak sempat terdistribusi karena adanya pembatasan transportasi serta adanya beberapa gangguan lainnya.

Sedangkan dampak positif yang dirasakan oleh dunia pertanian adalah munculnya program dan kegiatan ketahanan pangan yang semakin meluas mulai dari pusat sampai ke daerah, munculnya penelitian dan praktek yang mendukung program pertanian, menjadikan produk lokal dicintai masyarakat, terjadinya peningkatan dan penggunaaan teknologi informasi di para petani dan stakeholder pertanian, serta makin meluasnya peredaran uang didaerah sentra pertanian.

Direktur Esksekutif ARC, Saifullah Muhammad memaparkan bagaimana ARC sudah berbuat dan mengembangkan komoditi nilam mulai dari budidaya sampai pemasaran. Lebih fokus pada pengembangan nilai tambah sehingga dapat menghasilkan nilai jual yang tinggi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Diploma III Pertanian (Himadippa) Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada 3 April 2021 di Banda Aceh dan  dimoderatori oleh Irham Maulana. Kegiatan Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan mulai mahasiwa, praktisi, dosen, dunia usaha dan lainnya.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved