Breaking News:

Permintaan Telur dan Minyak Goreng Melonjak

Kalangan pedagang grosir telur ayam dan minyak goreng curah di Aceh Besar dan Banda Aceh mengungkapkan

SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Seorang pekerja di tempat penjualan telur grosir di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, sedang menyusun tumpukan telur, Kamis (14/1/2021). 

BANDA ACEH - Kalangan pedagang grosir telur ayam dan minyak goreng curah di Aceh Besar dan Banda Aceh mengungkapkan, jelang pelaksanaan pasar murah dan meugang puasa Ramadhan 1442 Hijriah, permintaan telur dan minyak goreng curah melonjak sangat tinggi.

“ Dalam tiga hari ini, permintaan telur ayam dari kelompok masyarakat melonjak tajam, dari sebelumnya hanya 20-30 ikat per hari menjadi 100-50 ikat. Peningkatan permintaan juga terjadi pada minyak goreng curah dari 75-175 kg menjadi 200-250 kg per hari,” kata Aldy Zainun, pedagang grosir di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Minggu (4/4/2021).

Dikatakan, meski permintaan kedua komoditi itu sangat tinggi, namun harga jualnya tetap stabil. Untuk penjualan grosir minyak goreng dijual Rp 13.000/kg dan eceran Rp 14.000/kg. Sedangkan telur ayam Rp 300.000/Ikat (300 butir) di tingkat grosir. Sedangkan eceran Rp Rp 36.000-Rp 38.000/lempeng.

Stok telur hingga Sabtu (3/4/2021), ungkap Aldy, sempat menipis. Tapi pada Minggu kemarin, truk pengangkut telur ayam dari Medan sudah bongkar uat di Aceh Besar dan Banda Aceh.

Menurutnya, melonjaknya permintaan minyak goreng dan telur ayam ada kaitan dengan pelaksanaan program dan kegitan penyaluran bantuan kebutuhan sembako dan pasar murah di sejumlah kecamatan.

Kalau untuk komoditi beras, ungkap Aldy, pelaksana Pasar Murah biasa membelinya ke Bulog, tapi untuk telur ayam dan minyak goreng curah, belinya kepada penyalur di Pasar Induk Lambaro dan Peunayong.

Tepung terigu juga demikian, harga tebus terigu cap Dragon Rp 160.000/sak (25 kg) dan cap Palcon Rp 185.000/sak, eceran Rp 8.000-Rp 9.000/Kg.  Untuk komoditi kacang-kacangan, kata Adly, yang sudah mengalami perubahan dan kenaikan harga adalah kacang kuning. Harga bahan baku tempe dan tahu itu naik Rp 30.000/sak, dari Rp 500.000 menjadi Rp 530.000/sak (50 kg).

Hal senada juga disamoaikan Ramli, pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Peunayong, Banda Aceh. Dikatakan, jelang bulan puasa, daya beli telur ayam dan minyak goreng kembali meningkat. Kenaikan ini erat kaitannya dengan adanya kegiatan penyaluran kebutuhan pokok kepada penduduk kurang mampu dan pasar murah di sejumlah kecamatan.

Dikatakan, pada meugang puasa tahun 2021 ini, ia memperkirakan harga kebutuhan pokok relatif stabil. Gula pasir harga ecerannya masih Rp 13.000/kg, minyak goreng curah Rp 14.000/kg, dan telur ayam Rp 36.000-Rp 38.000/lempeng. Begitu juga beras, stoknya cukup banyak di pasar dan penggilingan padi.

Harganya, sebut Ramli, lebih stabil lagi, karena di berbagai daerah, saat ini sedang musim panen. Beras lokal kualitas medium seperti beras Blangbintang, Indrapuri, Tangse dan Keumala, di jual dengan harga Rp 145.000-Rp 150.000/sak (15 kg), dan kualitas premium Rp 150.000-Rp 160.000/sak.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved