Breaking News:

Internasional

Turki Alami Inflasi Sampai 16 Persen, Jadi Tantangan Gubernur Bank Sentral Baru

Inflasi Turki naik di atas 16 persen pada Maret 2021 untuk pertama kalinya sejak pertengahan 2019, data menunjukkan pada Senin (5/4/2021).

AP
Polisi anti huru-hara Turki menahan pengunjuk rasa selama protes terhadap rektor yang ditunjuk Presiden Turki Erdogan di Universitas Bogazici. 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Inflasi Turki naik di atas 16 persen pada Maret 2021 untuk pertama kalinya sejak pertengahan 2019, data menunjukkan pada Senin (5/4/2021).

Hal itu menambah tekanan pada gubernur bank sentral baru Sahap Kavcioglu untuk mempertahankan kebijakan ketat setelah pengangkatannya yang mengejutkan.

Harga konsumen naik 16,19 persen tahun ke tahun, lebih tinggi dari 16,11 persen dalam jajak pendapat Reuters dan 15,61 persen di bulan Februari.

Inflasi tetap jauh di atas target resmi 5 persen dan telah mencapai dua digit selama hampir empat tahun terakhir.

Inflasi IHK bulan ke bulan adalah 1,08 persen, Institut Statistik Turki mengatakan, dibandingkan dengan perkiraan jajak pendapat Reuters 1,04 persen.

Baca juga: Gara-gara Kritik Proyek Selat Istanbul, Turki Tahan 10 Pensiunan Laksamana

Mantan gubernur bank sentral, Naci Agbal, menaikkan suku bunga acuan menjadi 19 persen dari 10,25 persen.

Tapi dia digulingkan pada 20 Maret setelah hanya empat bulan bekerja dan dua hari setelah kenaikan suku bunga terakhir.

Hal itu mendorong penurunan 12 persen dalam lira mendekati rekor terendah.

Presiden Tayyip Erdogan tiba-tiba menggulingkan empat kepala bank dalam waktu kurang dari dua tahun, melukai kredibilitas moneter Turki.

Baca juga: Wakil Presiden Turki Sebut Pensiunan Laksamana Seperti Bersiul di Kuburan

Bahkan, berkontribusi pada penurunan jangka panjang mata uang, yang pada gilirannya telah mendorong inflasi secara keseluruhan melalui impor.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved