Breaking News:

Tamiang Miliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal

Pemkab Aceh Tamiang akan segera memiliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio untuk memberi edukasi kepada masyarakat

SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Dr Neni Sriwahyuni 

KUALASIMPANG – Pemkab Aceh Tamiang akan segera memiliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio untuk memberi edukasi kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah terluar, terdalam dan tertinggal.

Media radio dinilai paling efektif untuk mengimbangi arus informasi yang cenderung hanya menyiarkan salah satu agama di luar Islam. Kehadiran radio ini diharapkan mampu membendung muatan informasi SARA dan misionaris.

“Tamiang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara, kita tidak bermaksud SARA. Tapi ada tanggung jawab pemerintah untuk melindungi masyarakatnya menjalankan agama dengan nyaman,” kata Kadis Kominfo dan Persandian Aceh Tamiang, Bastian melalui pelaksana tenaga ahli publik, Dr Neni Sriwahyuni, Senin (5/4/2021).

Yuni, sapaannya menambahkan, kehadiran radio ini sudah sesuai dengan UU 32/2020 tentang Penyiaran yang memasukan radio sebagai media resmi pemerintah untuk menyampaikan publikasi.

Melalui media ini, setiap harinya pemerintah melalui kepala daerah ataupun kepala dinas akan meluangkan waktunya minimal satu jam untuk menyapa dan mendengarkan keluhan langsung masyarakat. “Selain untuk menyampaikan visi dan misi, melalui radio ini pemerintah bisa mendengarkan langsung kondisi yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berada di daerah terluar, terdalam dan tertinggal,” sambungnya.

Ketimbang televisi, Yuni menilai radio memiliki beberapa keunggulan, di antaranya bisa membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui tutur sehari-hari, dan bisa didengarkan setiap saat. “Spektrum radio sangat unik karena masyarakat bisa mendengar kapanpun tanpa menggangu aktivitasnya. Ini yang tidak dimiliki media lain,” jelas Yuni.

Wanita ini pun menampik tudingan radio merupakan media ketinggalan zaman yang mulai kehilangan penggemar. “Justru survey Nielsen pada tahun 2017, menyebut 54 persen pendengar radio ini Generasi Z. Artinya anak-anak muda masih menjadikan radio referensi hiburannya,” sambungnya.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved