Breaking News:

Berita Aceh Besar

Nenek Hatizah, Perajin Atap Daun Rumbia di Aceh Besar yang Sudah Gulung Tikar

Bukan karena ia tak mampu lagi menganyam atap daun rumbia, tetapi kerajinan ini tak lagi ia produksi karena permintaannya sangat kurang.

SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Nenek Hatizah, perajin atap daun rumbia di Gampong Lueng Ie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, yang sudah gulung tikar. Foto direkam, Rabu (7/4/2021).  

Bukan karena ia tak mampu lagi menganyam atap daun rumbia, tetapi kerajinan ini tak lagi ia produksi karena permintaannya sangat kurang. 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Hatizah (73) dulunya ia adalah salah satu perajin atap daun rumbia di Gampong Lueng Ie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Namun, sudah sejak beberapa tahun ini, usaha ini tak lagi dilakoninya. 

Bukan karena ia tak mampu lagi menganyam atap daun rumbia, tetapi kerajinan ini tak lagi ia produksi karena permintaannya sangat kurang. 

Tentu ini karena warga sekarang lebih memilih seng atau genteng sebagai atap rumahnya karena lebih tahan lama

"Saya sudah bertahun-tahun tidak lagi menganyam atap rumbia karena tak laku dijual," ujar Nenek Hatizah kepada Serambinews.com, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Antisipasi Penyelewengan Dana BOS, Ini Langkah yang Ditempuh Kejari Lhokseumawe

Baca juga: BSI Regional I Aceh akan Roll Out Juni 2021

Baca juga: Bertambah 13 Pasien Positif Covid-19 di Aceh, Satu Meninggal, Berikut Data Lengkap, Termasuk Sembuh

Kata dia, dulunya atap daun rumbia biasanya dijual per lembarnya hanya Rp 3.000.

Tetapi kini, kata Hatizah dengan harga segitu saja sudah payah dapat pembeli. 

Begitu pun kata Hatizah, atap daun rumbia ini hingga kini masih ada permintaan, walau sudah tak banyak lagi. 

Menurutnya, permintaan daun rumbia kini paling untuk pembuatan pondok saja, apalagi orang menginginkan suasana lebih alami dan mampu menyerap panas jika pakai atap daun rumbia dibanding atap seng. 

Nek Hatizah yang mengaku sudah tak lagi menganyam atap daun rumbia ini, mengaku sedikit terbantu dengan adanya bantuan Program Aceh Besar Sejahtera (Pro Abes) Rp 1,8 juta per tahun yang penyalurannya bertahap. 

NekHatizah mengaku sangat berterimakasih jika ada pihak-pihak yang bersedia membantunya, apalagi menjelang meugang dan Ramadhan seperti sekarang ini. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved