Breaking News:

Salam

Terapkan PPKM Mikro, Aceh Harus Lebih Disiplin

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah mengizinkan umat muslim

KOMPAS.COM
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. (KOMPAS.COM/IKA FITRIANA) 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah mengizinkan umat muslim melaksanakan ibadah Shalat Tarawih dan Shalat Hari Raya Idul Fitri berjamaah pada bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan secara ketat.  “Indonesia saat ini masih dilanda pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat patuh prokes”.

Pemerintah juga mengingatkan, saat shalat Tarawih dan Idul Fitri berjamaah tersebut harus dilaksanakan secara terbatas pada lingkup komunitas. “Jadi di lingkup komunitas di mana para jamaahnya memang sudah dikenali satu sama lain. Sehingga jamaah dari luar mohon supaya tidak diizinkan,” imbuhnya.

Dia juga meminta agar pelaksanaan salat berjamaah ini diterapkan dalam keadaan sederhana. “Begitu juga dalam melaksanakan shalat berjamaah ini diupayakan dibuat sesimpel mungkin, sehingga waktunya tidak berkepanjangan tidak terlalu panjang, mengingat dalam kondisi masih darurat ini,” kata Muhadjir.

Selain itu, sejak dua hari lalu, Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sekaligus memperluas penerapan pelaksanaan kebijakan itu ke lima provinsi baru, yakni Aceh,  Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, dan Papua.

Sebelumnya ada 15 provinsi yang sudah dan akan terus menjalankan PPKM mikro, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Penerapan PPKM berskala mikro levelnya bukan hanya di kabupaten atau kota, melainkan juga kecamatan, gampong, hingga dusun. Presiden Joko Widodo mengatakan, PPKM berbasis mikro bertujuan agar kegiatan penanganan Covid-19 bisa efektif untuk menekan kasus infeksi Corona serta pertumbuhan ekonomi tetap naik menuju positif.

Dalam penerapannya, PPKM mikro membatasi kapasitas kegiatan kantor, rumah makan, dan tempat ibadah hingga 50%. Untuk kegiatan sekolah dilakukan secara online. PPKM mikro juga menerapkan kebijakan zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT, yakni zona hijau tidak ada kasus positif, zona kuning apabila ada 1-5 rumah yang terdapat kasus positif, zona oranye apabila ada 6-10 rumah yang terdapat kasus positif, dan zona merah bila lebih dari 10 rumah yang terdapat kasus positif.

Agar penerapan PPKM mikro ini berjalan efektif, pemerintah melibatkan babinsa, babinkamtibmas, Satpol PP, hingga TNI-Polri untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat melalui penegakan hukum dan operasi yustisi. Aparat keamanan juga dilibatkan untuk membantu melaksanakan pelacakan kontak dari warga yang positif.

Penerapan PPKM mikro bagi Aceh hendaknya tidak menjadi bahan polemik. Justru sebaliknya kita sangat berharap kebijakan PPKM berskala mikro ini bisa menjadi langkah atau upaya menghentikan jangkitan Covid-19 setelah sebelumnya kita mematuhi protokol kesehatan, kemudian kita juga sedang dalam program vaksinasi. Oleh karena itu, PPKM berskala mikro ini harus didesain dan dijalankan sebaik mungkin di Aceh.

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menyebutkan, kebijakan PPKM mikro dapat berjalan  efektif bila memenuhi 2 syarat.

Antara lain, pengawasan di lapangan dilakukan secara benar dan penegakan hukum berjalan secara tegas. "Keberhasilan penerapan suatu kebijakan sangat tergantung pada pengawasan untuk melihat apakah masyarakatnya patuh atau tidak," tuturnya.

Makanya, pemerintah harus mampu menjelaskannya dengan baik kepada semua kalangan. Termasuk mengenai konsekuensi ekonomi yang akan menuju normal apabila pandemi sudah semakin teratasi secara baik.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved