Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Berduaan di depan GOR, Oknum PNS dan Honorer di Aceh Tamiang Dicambuk 100 Kali

Eksekusi ini dijatuhkan kepada pria MS (43) yang merupakan oknum PNS dan Sum (43), honorer wanita yang bertugas sebagai tenaga kebersihan.

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Nurul Hayati
Google/net
Ilustrasi 

Eksekusi ini dijatuhkan kepada pria MS (43) yang merupakan oknum PNS dan Sum (43), honorer wanita yang bertugas sebagai tenaga kebersihan.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Sejoli non-muhrim yang tertangkap basah melanggar hukum jinayat di seputaran GOR Aceh Tamiang, dijatuhi vonis cambuk masing-masing 100 kali.

Eksekusi ini dijatuhkan kepada pria MS (43) yang merupakan oknum PNS dan Sum (43), honorer wanita yang bertugas sebagai tenaga kebersihan.

Rencananya pelaksanaan eksekusi dilakukan di Islamic Center Aceh Tamiang pada Senin (12/4/2021) mendatang.

Kadis Syariat Islam Aceh Tamiang, Syamsul Rizal menjelaskan, keduanya dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Syariah Kualasimpang sesuai Nomor Putusan: 4/JN/2021/Ms-Ksg tanggal 22 Maret 2021.

“Masing-masing keduanya dijauhi hukuman cambuk 100 kali, tanpa dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara,” kata Syamsul membacakan salinan putusan.

Diketahui, keduanya diamankan Satpol PP dan WH Aceh Tamiang saat berada di celah pintu masuk ke taman kualasium yang berada di seputaran GOR pada 25 Januari 2021 sekira pukul 09.00 WIB.

Baca juga: KKP Bangun 10 Ribu Hektare Tambak Udang di Aceh Timur untuk Percontohan Nasional, Bupati Teken MoU

Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku memiliki hubungan spesial dalam setahun belakangan, meski masing-masing sudah memiliki keluarga.

Syamsul menambahkan, total terdakwa yang akan dieksekusi cambuk pada pekan depan sebanyak tiga orang.

Selain MS dan Sum, satu terdakwa lagi merupakan NS (52) dijatuhi hukuman cambuk 20 kali atas kejahatan ta’zir.

“Ini merupakan eksekusi kedua yang dilakukan pada tahun ini, di mana ada tiga terdakwa yang dihadirkan untuk menjalani hukuman cambuk,” terangnya.

Syamsul menjelaskan, pelaksanaan eksekusi pertama dilakukan pada 11 Januari 2021. Saat itu terdakwa yang dihadirkan sebanyak 11 orang. (*)

Baca juga: Dibuka Besok, Ini Rincian Kuota Formasi Sekolah Kedinasan di Kemenkumham dan Alur Pendaftarannya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved