Breaking News:

Dek Gam Soroti Eksekusi PN Stabat, Akan Dilaporkan ke KY

Polemik putusan eksekusi PN Stabat di wilayah administratif Aceh Tamiang mulai menarik perhatian anggota DPR RI.

For Serambinews.com
Nazaruddin alias Dek Gam. 

KUALASIMPANG – Polemik putusan eksekusi PN Stabat di wilayah administratif Aceh Tamiang mulai menarik perhatian anggota DPR RI. Kecurigaan adanya kecurangan dalam putusan ini pun akan dilaporkan ke Komisi Yudisial.

Sikap tegas ini disampaikan anggota DPRI RI, Nazaruddin atau Dek Gam setelah mengamati perkembangan tapal batas Aceh Tamiang dengan Sumatera Utara.

Meski belum meninjau langsung objek perkara, Dek Gam melihat ada sejumlah keganjilan yang dinilainya cukup unik. “Ini menarik, karena kita melihat ada putusan yang perlu menjadi perhatian kita bersama,” kata Dek Gam melalui sambungan telepon, Rabu (7/4/2021).

Salah satu keganjilan tersebut mengenai luas lahan 1.100 hektare yang dimiliki oleh per-orangan atas nama Bukhary (68) warga Jalan Selambo IV Nomor 14, Medan Amplas. “Lahan seluas itu tidak boleh dimiliki per-orangan, harus dalam bentuk badan usaha. Ini mengapa bisa,” kata Dek Gam.

Politisi yang duduk di Komisi III DPR RI ini pun berniat melaporkan keganjilan ini ke Komisi Yudusial (KY). Keterlibatan KY dijelaskannya untuk memastikan putusan yang dikeluarkan PN Stabat tidak pengaruhi campur tangan mafia peradilan. “Saya akan melaporkan ini ke KY biar tuduhan-tuduhan negatif terjawab,” ujarnya.

Dek Gam juga menyoroti sikap agresivitas pihak Bukhary yang terus melakukan pembersihan di objek perkara, meski tiga sampel koordinat yang diambil di tiga titik objek perkara menunjukan kawasan itu masih wilayah administratif Pemkab Aceh Tamiang. “Harus dihentikan, jangan lagi ada pembersihan lahan di sana. Jangan memicu persoalan ini menjadi pertikaian antar-masyarakat,” tegasnya.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved