Breaking News:

Kemenag Terus Lakukan Persiapan Pemberangkatan Jamaah Haji

Merespons hal tersebut, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai persiapan

ANTARA FOTO/BPMI Setpres/Muchlis Jr/hma/hp.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 

Merespons hal tersebut, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya  terus melakukan berbagai persiapan untuk pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci. Menurutnya, ada beberapa opsi skenario yang memungkinkan untuk dilakukan pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Opsi-opsi itu di antaranya, kouta jamaah haji 30 persen, 25 persen, 20 persen, 10 persen, dan 5 persen. "Kalau skenario kuota 100 persen atau 50 persen, rasanya tidak memungkinkan, karena waktunya mendesak," ujar Menag saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Selain soal kuota jamaah, Menag mengatakan, ada hal-hal lain yang harus dipikirkan secara matang. Seperti, sebutnya, terkait penerapan protokol kesehatan, layanan jamaah di Tanah Suci, durasi masa tinggal jamaah di Arab Saudi, dan aspek ibadah haji di masa pandemi.

Khusus untuk protokol kesehatan pandemi covid-19, Yaqut mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. "Soal skema karantina tiga hari sebelum berangkat dan setelah tiba di Tanah Air," kata Menag. Jamaah nantinya akan dikarantina di asrama haji atau hotel. Jamaah juga akan menjalani tes swab PCR maksimal 2x24 jam sebelum terbang ke Arab Saudi.

Sementara terkait layanan jamaah selama di Arab Saudi, sambung Yaqut, Kementerian Agama (Kemenag) juga terus memproses izin untuk memberangkatkan tim akomodasi, transportasi, dan katering ke Arab Saudi. "Mekanismenya tentu saja akan menyesuaikan dengan ketentuan Arab Saudi. Misalnya kapasitas jamaah per kamar, protokol kesehatan di transportasi perhajian, serta skema penyajian makanan untuk jamaah," rincinya.

Untuk masa tinggal jamaah di Arab Saudi diperkirakan selama 18 hingga 30 hari. Sedangkan aspek ibadah di masa pandemi akan dibahas lebih lanjut. Yaqut mengatakan, sesuai rencana perjalanan ibadah haji tahun-tahun sebelumnya, kloter pertama jamaah haji tahun 2021 akan diberangkatkan pada 15 Juni mendatang dalam kondisi normal.

Untuk itu, tambahnya, Kemenag sedang fokus melakukan vaksinasi terhadap 57.630 orang calon jamaah haji yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). Vaksinasi itu ditargetkan selesai paling lambat pada minggu kedua Mei mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi H Dasir, mengatakan, biaya haji masih dalam proses pembahasan bersama DPR RI. "Belum ada ketetapan. Biaya haji tahun ini masih dibahas secara intensif oleh Panja Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR," kata Khoirizi dikutip dari situs resmi Kementerian Agama RI.

Khoirizi menjelaskan, kemungkinan biaya ibadah haji akan naik karena mengacu kepada kenaikan kurs dolar AS, kenaikan pajak sebesar 15 persen, dan keharusan menerapkan protokol kesehatan pandemi Covid-19. "Kemenag bersama Komisi VIII terus berusaha semaksimal mungkin, kalaupun ada kenaikan biaya haji, tapi tak memberatkan jamaah," ujar Khoirizi. (tribun network/dit/fah/wly)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved