Breaking News:

Polda Aceh Ringkus Delapan Tersangka, Kasus Eksplorasi Galian C Ilegal di Lhokseumawe

Tim Polda Aceh menciduk komplotan pelaku eksplorasi galian C ilegal di Kecamatan Blang Mangat, dan Muara Dua, Kota Lhokseumawe

Editor: bakri
For Serambinews.com
Barang bukti alat berat yang telah diamankan oleh Tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Aceh terkait dugaan galian C ilegal di Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021). 

LHOKSEUMAWE - Tim Polda Aceh menciduk komplotan pelaku eksplorasi galian C ilegal di Kecamatan Blang Mangat, dan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021).

Informasi yang diperoleh Serambi, Kamis (8/4/2021), menyebutkan, Tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Aceh dipimpin oleh Kanit I, AKP Abdul Hamid berhasil melakukan penindakan terhadap dugaan tindak pidana pertambangan mineral dan batubara tanpa IUP-OP di tiga lokasi yang berada di wilayah jajaran Polres Lhokseumawe.

Petugas awalnya bergerak ke Desa Rayeuk Kareueng pada pukul 11.30 WIB. Lalu, mereka menuju Desa Paya Peunteut sekitar pukul 12.20 WIB. Sementara lokasi terakhir juga di Desa Paya Peunteut, Kecamatan Blang Mangat.

Selama ini, ketiga lokasi galian C ilegal itu diduga beroperasi dengan tanpa tersentuh penegakan hukum, dan terkesan adanya pembiaran.

Sementara Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto ketika dikonfirmasi soal itu mengaku belum mengetahui adanya penindakan galian C illegal. Ia meminta waktu untuk mengecek kebenaran tentang penangkapan komplotan pelaku eksplorasi sektor galian C ilegal di wilayah hukumnya.  "Kita minta waktu dan tunggu kita cek informasi ini," jawab singkat Kapolres saat dikonfirmasi Serambi, Kamis kemarin.

Dalam laporan Dirreskrimsus Polda Aceh diterangkan, petugas juga mengamankan delapan tersangka yang terlibat. Kecuali itu, mereka juga menyita barang bukti sebanyak tiga unit alat berat di lokasi terkait.

Pelaku yang diamankan di TKP pertama diamankan NZ (38) sebagai pengelola. Lalu, HR  (30) selalu pengawas, serta MA (25), selaku operator excavator. Kemudian, satu unit alat berat juga disita.

Sedangkan pada TKP kedua, diamankan MA (46), JL (42) sebagai pengelola, dan MN (23) selaku operator juga berikut disita satu unit alat berat.

Kemudian di TKP ketiga, diamankan HR (50) pengelola, dan SM (60) operator beko, serta disita satu unit alat berat. Kini, para pelaku penambang tanah timbun tanpa IUP beserta barang buktinya sudah diamankan, dan diboyong ke Polda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(zak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved