Breaking News:

Video

VIDEO - Atase Militer Usir Duta Besar dari Gedung Kedubes Myanmar di London

“Ini kudeta. Ini adalah Inggris. Kami tidak berada di Myanmar. Mereka tidak bisa melakukan ini. Pemerintah Inggris tidak akan mengizinkannya."

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Duta Besar Myanmar di London telah diusir dari gedung kedutaan oleh atase militer negara itu.

Kyaw Zwar Minn mengatakan staf kedutaan diminta untuk meninggalkan gedung oleh perwakilan militer Myanmar di Inggris dan dia diberitahu bahwa dia bukan lagi perwakilan negara itu.

Duta besar mengatakan dia dikurung ketika berbicara dengan media lokal, menggambarkan insiden itu sebagai "semacam kudeta, di tengah London."

“Mereka tidak mengizinkan saya masuk. Mereka bilang sudah mendapat instruksi dari ibu kota, jadi mereka tidak akan mengizinkan saya masuk,” katanya.

“Ini kudeta. Ini adalah Inggris. Kami tidak berada di Myanmar, di Burma. Mereka tidak bisa melakukan ini. Pemerintah Inggris tidak akan mengizinkannya, Anda akan melihatnya."

Seorang pengguna Twitter menulis:

"Komunitas Burma di London saat ini berkumpul di kedutaan #Myanmar atas berita kedutaan itu direbut oleh rezim."

Zwar Minn telah menyatakan penentangannya terhadap kudeta tersebut dan mengeluarkan pernyataan yang menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto partai yang berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), dan para pemimpin sipil.

Dia juga telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab untuk mengutuk kekejaman militer di Myanmar. TV pemerintah negara mengatakan dia dipanggil kembali karena merilis pernyataan yang ilegal.

Setidaknya 581 orang di Myanmar telah tewas sejak militer negara itu merebut kendali, kata sebuah kelompok hak sipil yang berbasis di Myanmar.

Hingga 6 April 2021, total 2.750 orang ditahan dan 38 di antaranya dijatuhi hukuman, menurut Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP).

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari, menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan mengakhiri eksperimen singkat negara itu dengan pemerintahan demokratis.

Menanggapi kudeta tersebut, kelompok sipil di seluruh negeri meluncurkan kampanye pembangkangan sipil dengan demonstrasi massa dan aksi mogok.(Anadolu Agency)

Penulis: yuhendra saputra
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved