Breaking News:

Salam

Kita Berharap Dapat Berhaji Tahun Ini

Warga negara Indonesia kini mempunyai peluang menunaikan ibadah haji tahun 2021 dengan kuota yang sangat terbatas

Editor: bakri
Foto: Saudi Press Agency
Pelaksanaan ibadah Umrah di Arab Saudi 

Warga negara Indonesia kini mempunyai peluang menunaikan ibadah haji tahun 2021 dengan kuota yang sangat terbatas. Dan, yang kemungkinan dibolehkan beribadah di Makkah dan Madinah nantinya adalah jamaah yang sudah dua kali menerima vaksin Covid-19 atau orang yang sudah sembuh dari infeksi Corona.

Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Esam A Abid Althagafi menyatakan belum bisa menyebut kapan Pemerintah Saudi mengumumkan kepastian haji 2021. Dubes Esam berkata, saat ini Arab Saudi masih menghadapi situasi pandemi seperti negara lainnya. Oleh karena itu pihaknya masih mempersiapkan sejumlah regulasi.  "Kami juga harus memastikan kesehatan semua jamaah haji. Harus mempersiapkan regulasi, social distancing," katanya.

Sebagaimana kita ketahui, pada akhir Juli 2020, Kerajaan Arab Saudi membatasi ziarah mengingat angka tambahan kasus Covid-19 dunia terus mengalami peningkatan. Sehingga hanya 10.000 warga muslim Arab Saudi sendiri yang diizinkan untuk menjalankan rukun Islam kelima tahun lalu. Angka itu jauh dari jumlah jamaah yang ziarah pada 2019 lalu, yaitu 2,5 juta umat muslim.

Yang sangat menyedihkan, Pemerintah Arab Saudi memasukkan Indonesia dalam daftar negara yang dilarang berkunjung. Kebijakan membuat ribuan jamaah umrah batal berangkat. Selain Indonesia, ada 19 negara yang juga di-blacklist Saudi. Yakni, Argentina, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Brasil, Jerman, dan Inggris. Kemudian, Jepang, Italia, Pakistan, Irlandia, Portugal, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, dan India. Kebijakan bertujuan meredam persebaran Covid-19 di Saudi.

Pada 1 November 2020 Pemerintah Saudi sempat mengizinkan penyelenggaraan ibadah umrah bagi warga negara non-Saudi. Ada 2.603 jamaah Indonesia yang sempat masuk ke Tanah Suci. Namun, pada 2 Februari 2021, Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia menutup kembali penyelenggaraan umrah karena kasus infeksi Covid-19 meningkat tajam. Termasuk belasan jamaah asal Indonesia terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona.

Sebaran wabah  Covid-19 yang melanda hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, memang dapat mengancam keselamatan jamaah. Catatan sejarah tentang pelaksanaan haji ketika masa pandemi wabah pada waktu silam telah mengakibatkan terjadinya tragedi kemanusiaan luar biasa. Puluhan ribu jamaah haji menjadi korban dan meninggal dunia. Sejarah kelam tersebut terjadi, antara lain serangan  wabah Thaun (1814). Wabah meningitis (1987) yang menginfeksi sekitar 10.000 jamaah haji. Wabah kolera dari India (1831) yang meledak bertepatan saat pelaksanaan ibadah haji. Setidaknya 75 persen jamaah haji wafat, karenanya pelaksanaan ibadah haji dihentikan di tengah jalan. 

Wabah kolera ditemukan kembali di Arab Saudi (1846-1892), dan haji pun batal dilaksanakan pada 1850, 1865, dan 1883. Ibadah haji sempat dilaksanakan pada 1864, namun menelan 1.000 korban jiwa per hari karena terjangkit kolera. Selain faktor wabah, pembatalan haji juga terjadi karena negara sedang dalam keadaan darurat, seperti Maklumat Menteri Agama, Fathurrahman Kafrawi, 1947, tentang penghentian ibadah haji di masa perang.

Polemik penyelenggaran ibadah haji di tengah pandemi Covid-19 harus disikapi bijaksana dan pikiran yang jernih. Sebab, bukan hanya  menyangkut nasib dan keselamatan 220 ribu lebih jamaah Indonesia, tapi juga jutaan jamaah dari seluruh dunia.  Jadi, Pemerinta masing-masing negara dan Pemerintah Arab Saudi harus memrioritaskan keselamatan jamaah .

Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia harus kerja keras untuk menyiapkan regulasi dan fasilitas teknis secara khusus untuk pelaksanaan haji dan umrah di tengah pandemi. Sebab, sangat sulit  menerapkan protokol kesehatan dalam ibadah haji yang bersifat komunal. Keseluruhan kegiatan ibadah haji, sejak di embarkasi, arbain di Madinah,  Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, Jamarat di Minah, dan Thawaf Ifadhah di Masjidil Haram serta lainnya, memang dilaksanakan  secara berjamaah, berkelompok dan berkerumun. Demikian juga pergerakan jamaah  dari satu lokasi ibadah ke  lokasi lainnya, sangat sulit untuk menerapkan physical distancing. Tapi, kita percaya Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mampu dan bisa menyiapkan penyelenggaraan haji tahun ini secara baik. Insya Allah!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved