Breaking News:

Pedagang Dilarang Tinggalkan Rak, Usai Berjualan Penganan Berbuka Puasa

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, mengimbau kepada seluruh pedagang jajanan berbuka puasa yang sudah ditetapkan lokasinya

SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Drs Muzakkir Tulot MSi 

BANDA ACEH - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, mengimbau kepada seluruh pedagang jajanan berbuka puasa yang sudah ditetapkan lokasinya di 9 kecamatan, untuk tidak meninggalkan rak dagangannya di lokasi usai berjualan. Karena, dikhawatirkan menggangu kelancaran lalu lintas.

Kadishub Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi didampingi Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan, Aqil Perdana Kusuma SH MH mengatakan, saat Bulan Suci Ramadhan 1442, seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya kondisi lalu lintas dan jalan raya turut terpengaruh, terutama jalan-jalan tertentu serta pusat perbelanjaan, dan pasar.

"Masyarakat juga akan ramai pada jam-jam tertentu, terutama beberapa jam menjelang waktu berbuka puasa. Karena itu kami juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tertib dan lebih sabar di jalan, terang Aqil. 

Lalu kepada para pedagang musiman tidak berjualan di badan jalan serta tidak meninggalkan rak di badan jalan yang dapat membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan lainnya.

"Pada prinsipnya Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh sangat mendukung kemajuan perekonomian dan usaha UMKM masyarakat. Tapi, kelancaran lalu lintas juga tetap diperhatikan selama Ramadhan ini," sebut Aqil.

Kepada   para pedagang yang menjadikan mobil untuk tempat dagangan agar tidak berjualan di badan jalan dan mencari akses diluar badan jalan dalam berjualan menu persiapan berbuka puasa. "Untuk minggu pertama dan ke dua kepadatan lalu lintas biasanya mulai pukul 16.00 WIB sampai jelang berbuka. Karena kebanyakan warga mulai mencari penganan berbuka puasa," ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan Dishub Kota Banda Aceh ini.

Kemudian diimbau masyarakat agar memperhatikan jalan-jalan tertentu yang akan dilalui dan rawan kemacetan selama bulan Ramadhan,  seperti Jalan Diponegoro, Jalan Mohd Jam, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan Daudsyah serta Jalan WR Supratman yang tetap ramai hingga malam hari. "Kepada pengguna jalan untuk bisa memilih jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan terutama di pusat perbelanjaan pada jalan-jalan tersebut. Ketersediaan kantong-kantong parkir tidak cukup mampu menampung kendaraan dan dibiasanya akan tumpah sampai  ke jalan," pungkas Aqil.

Pemerintah Kota Banda Aceh menyatakan dukungannya terhadap pedagang kuliner atau menu berbuka puasa, mengingat perekonomian masyarakat selama pandemi Covid-19 lesu. Pun demikian kelonggaran yang diberikan bagi para pedagang agar dipatuhi sesuai lokasi yang sudah ditentukan dan tetap mematuhi protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus corona.

"Hasil rapat dengan berbagai pihak terkait di Kota Banda Aceh selama bulan puasa pedagang diminta untuk berjualan di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh," tutup Kabid Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan, Aqil Perdana Kusuma.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved