Breaking News:

Warga Sesak Nafas dan Muntah Darah Terhirup Gas Beracun dari Sumur Migas

Sedikitnya sebanyak 64 warga Dusun CV8, Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, mengalami keracunan

Foto kiriman Munir
Sejumlah warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, menjalani perawatan di Puskesmas Banda Alam, Jumat (9/4/2021), karena keluhan seperti menghirup udara tercemar gas beracun. 

* 64 Orang Terdampak, 11 Dirujuk ke RS

IDI - Sedikitnya sebanyak 64 warga Dusun CV8, Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, mengalami keracunan akibat terhirup gas beracun, Jumat (9/4/2021). 11 di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami sesak nafas, mual, dan muntah darah.

Gas beracun itu diduga berasal dari salah satu sumur minyak dan gas (migas) milik PT Medco E&P yang berada di Gampong Alue Siwah, berjarak sekitar 1 kilometer dari Panton Rayeuk T.

Warga Dusun CV 8, Yusuh yang juga bilal masjid di desa tersebut, kepada Serambi mengatakan, bau gas yang seperti bau telur busuk mulai tercium sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Bau gas semakin kuat dan sekitar pukul 08.00 WIB, warga mulai mengalami gejala keracunan.

“Sekitar pukul 06.30 WIB, bau semakin parah dan sekitar pukul 08.00 WIB, warga mulai pusing, mual, dan muntah-muntah,” katanya.

Pengakuan serupa juga disampaikan warga lainnya, Sofyan. Dia mengatakan,  bau gas mulai muncul sekitar pukul 06.00 WIB. “Awalnya lingkungan masyarakat di pemukiman Dusun CV 8 muncul asap yang disertai bau gas beracun. Tak lama kemudian warga mulai mual pusing dan muntah-muntah,” ujar Sofyan.

Warga lain, Saiful Armansyah, menduga asap itu berasal dari aktivitas pembersihan sumur migas milik PT Medco, yang sedang dilakukan ujicoba pembakaran. Lokasi sumur itu ia sebutkan hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari pemukiman penduduk.

“Sekitar jam 10.00 WIB, bau (gas) mulai hilang dan warga yang mengalami mual, pusing dan muntah dievakuasi ke puskesmas, dan sebagian lainnya mengungsi di Kantor Camat Banda Alam," ungkap Saiful.

Informasi yang diperoleh Serambi, gejala keracunan yang dialami warga bervariasi. Sebagian ada yang merasa pusing, mual dan muntah, dan sebagian lainnya ada yang mengalami sesak nafas hingga muntah darah. Beberapa warga yang mengalami gejala parah sempat dirawat di Puskesmas Banda Alam, sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr Zubir Mahmud untuk penanganan lebih lanjut.

Awalnya, berdasarkan keterangan Bidan Desa Panton Rayeuk T, Jamaliah, ada tiga warga yang dirujuk ke rumah sakit, yaitu Raliah yang mengalami gejala muntah darah, pusing dan sesak nafas. Kemudian Mariana dan Uska Anggraini yang mengalami sesak nafas dan muntah.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved