Breaking News:

Bincang Kopi

Aceh Tengah dan Bener Meriah Terus Kembangkan Industri Kerawang Gayo Termasuk untuk Sandal

Ketua Dekranasda Aceh Tengah Puan Ratna mengaku pihaknya terus menerus melakukan pembinaan dan pengembangan dalam industri kerawang Gayo....

For Serambinews.com
Ketua dan Pengurus Dekranasda Aceh Tengah. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dekranasda Aceh Tengah Puan Ratna mengaku pihaknya terus menerus melakukan pembinaan dan pengembangan dalam industri kerawang Gayo. Motif-motif mendapat tempat luas di masyarakat, bukan saja nasional, tapi juga internasional. Kalangan milenial juga menggandrungi motif-motif Gayo tersebut.

Hal itu disampaikan Puan Ratna dalam acara “BincangKopi #7 Musara Gayo” secara virtual, Sabtu (10/4/2021) malam. Menghadirkan narasumber utama Dr Joni MN MPd BI dari Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah, Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati, Sekretaris Dekranasda Bener Meriah Muthma Innah ST, dan pengurus Dekranasda Gayo Lues.

Pengembangan yang dilakukan antara lain model, warna dan bahan yang digunakan. “Warna-warna yang dikembangkan mengikuti selera zaman. Harganya lebih mahal,” ujarnya.

Ia sempat kaget saat mengetahui harga produk bermotif Gayo sampai Rp 1 juta di hotel dan itu menandakan bahwa produk-produk motif Gayo diminati. “Tapi kalau bisa jangan terlalu mahal, sebab akan menyulitkan pengrajin kecil,” katanya.

Persoalan umum yang dihadapi para pengrajin saat ini adalah lamanya pengerjaan dan seringkali produknya belum rapi. Untuk itu, Dekranasda Aceh Tengah terus melakukan pelatihan sehingga kualitas produk yang dihasilkan benar-benar memberi puas konsumen. “Ini terus kita lakukan,” ujarnya.

Terkait warna, Puan mengatakan sudah mulai mencoba menggunakan bahan pancawarna, seperti yang umum ditemui pada batik. Dilakukan penyesuaian-penyesuaian dengan asesoris lainnya. Selain juga melatih keterampilan para desainer dalam pengembangan motif-motif Gayo dalam pakaian.

Ia menyebut mukena, sebelumnya diproduksi di Sumatera Barat, namun belakangan sudah bisa diproduksi di Gayo dengan motif-motif Gayo yang artistik.

Sekretaris Dekranasda Bener Meriah Muthma Innah, ST menyarankan kerawang Gayo dimasukkan dalam kurikulums ekolah dan melakukan alih generasi pengrajin. “Rata-rata pengrajin berusia 30 tahun ke atas. Ilmu ini harus bisa diturunkan ke generasi berikutnya, caranya melalui dunia pendidikan,” ujarnya.

Pengrajin kerawang Gayo Bener Meriah juga melakukan berbagai inovasi produk, sehingga motif Gayo bisa dilekatkan pada sandal dan sebagainya. Ia minta masukan, apakah semua motif bisa digunakan dengan sembarangan atau ada batasan tertentu.(*)

Baca juga: Istri Sah Labrak Pelakor, Tubuh Wanita Selingkuhan Suami Diolesi Sambal, Dipukuli dan Ditelanjangi

Baca juga: Dyah Erti Idawati: Motif Gayo Berkambang Luas, Perlu Diketahui Makna dan Filosofinya

Baca juga: Pasangan Munjir/Heri Juara Liga Badminton Ramadhan Cup RRI Banda Aceh 2021

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved