Breaking News:

Berita Banda Aceh

Anggota DPRA Surati Menlu Minta Bantuan Hukum untuk 34 Nelayan Aceh yang Ditahan Otoritas Thailand

Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, Direktur...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Iskandar Usman Al-Farlaky. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, dan Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI pada Minggu (11/4/2021).

Surat tersebut berisi meminta permohonan pendampingan dan bantuan hukum untuk 34 nelayan asal Aceh Timur yang ditahan oleh Angkatan Laut Negara Kerajaan Thailand ke Provinsi Phang Nga dengan tuduhan melewati batas negara lain.

Surat itu turut ditembuskan ke Duta Besar RI di Bangkok, Konsul Jenderal RI di Songkhla-Thailand, Gubernur Aceh, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Panglima Laot Aceh, dan Kepala Biro Hukum Setda Aceh di Banda Aceh.

Iskandar berharap Menlu segera bersikap atas penahanan 34 nelayan asal Aceh oleh otoritas Negara Kerajaan Thailand. “Saya memohon kepada Ibu Menteri beserta jajaran Kementerian Luar Negeri agar memfasilitas pendampingan dan bantuan hukum untuk 34 nelayan Aceh,” katanya kepada Serambinews.com, Minggu (11/4/2021).

Anggota DPRA dari daerah pemilihan (dapil) VI (Kabupaten Aceh Timur) ini juga meminta Menlu Retno Marsudi agar dapat membagi informasi mengenai kondisi terkini 34 nelayan asal Aceh melalui kontak emailnya is.farlaky@gmail.com dan Nomor WhatsApp: +628116888877.

Iskandar mengaku mengirim surat secara personal, bukan secara kelembagaan DPRA karena ke 34 nelayan itu berasal dari Aceh Timur. “Selama ini pun kita kirimkan surat secara personal tidak ada persoalan. Alhamdulillah selalu mendapat respon bagus dari Kemlu,” ungkapnya.

Secara aturan, lanjutnya, juga tidak ada larangan apa pun bagi anggota DPR berkirim surat dan tidak diharuskan melalui lembaga. Bahkan, ia juga selalu menyampaikan persoalan nelayan Aceh di sidang paripurna kepada pihak Pemerintah Aceh dan juga pimpinan DPRA sebagai pemberitahuan.

“Kita membutuhkan respon cepat agar bisa ditindaklanjuti oleh teman-teman di Kemlu. Selain surat, kita juga akan berkontak via WA (WhatsApp) dengan teman-teman di Kemlu yang membidangi masalah ini,” demikian Iskandar Usman Al Farlaky.(*)

Baca juga: Dua Anaknya Ditangkap Angkatan Laut Thailand Saat Labuh Pukat, Ibu Ini Sedih Ingat Nasib Cucu

Baca juga: Petarung MMA Ini tak Bisa Jurus Takedown Gulat, Kevin Holland Ingin Belajar dari Khabib Nurmagomedov

Baca juga: Sadis, Wanita Bersuami Dijemput Teman di Rumahnya, Pulang Jadi Mayat, Orangtua Korban Lapor Polisi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved