Breaking News:

Masyarakat Diminta Tak Buka Puasa Bersama, Isi Taushiyah MPU Aceh Terkait Kegiatan Selama Ramadhan

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan Taushiyah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramdhan

Dok. Serambinews
Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali 

BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan Taushiyah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramdhan dan Kegiatan Keagamaan Lainnya Tahun 1442 Hijriah. Dalam salah satu pointnya, MPU Aceh meminta kepada setiap komponen masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan keramaian seperti duduk kumpul-kumpul bersama di jalan, buka puasa bersama, sahur bersama, safari subuh, dan lain-lain.

Taushiyah yang diterbitkan MPU Aceh pada 25 Maret 2021 itu ditandatangani oleh Wakil Ketua I, Tgk H Faisal Ali, Wakil Ketua II, Dr Tgk H Muhibbuththbary MAg, dan Wakil Ketua III, Tgk H Hasbi Albayuni. Salah satu pertimbangan MPU Aceh mengeluarkan taushiyah yang berisi delapan itu adalah kondisi pandemi Covid-19 dan penyebarannya hingga kini belum berakhir.

Salinan taushiyah tersebut diperoleh Serambi dari Wakil Ketua I MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, pada Sabtu (10/4/2021). Isi taushiyah tersebut antara lain: meminta Pemerintah Aceh untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat sasaran; Meminta Pemerintah Aceh untuk menyurati Menteri Kesehatan agar tidak mengirim vaksin yang belum jelas kesucian dan kehalalannya.

Selanjutnya, meminta Pemerintah Aceh agar dalam melaksanakan program vaksinasi Covid-19 dapat memperhatikan kondisi masyarakat Aceh yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Terkait point ini, Wakil Ketua I MPU Aceh, Tgk Faisal Ali, menjelaskan, vaksinasi Covid-19 tetap bisa dilaksanakan pada bulan puasa. Tapi, menurut Tgk Faisal, sebaiknya vaksinasi itu dilaksanakan pada malam hari.

MPU Aceh dalam taushiyah itu juga meminta pengurus dan pengelola rumah ibadah untuk menciptakan kenyamanan beribadah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan; Meminta setiap komponen masyarakat untuk bertaubat, menjauhi maksiat dan meningkatkan kualitas amal ibadah dengan sungguh-sungguh; serta Meminta kepada setiap komponen masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan keramaian seperti duduk kumpul-kumpul bersama di jalan, buka puasa bersama, sahur bersama, safari subuh, dan lain-lain.

Soal shalat Tarawih selama pandemi yang tidak ditetapkan dalam taushiyah tersebut, Tgk Faisal Ali, saat ditanya Serambi, kemarin, mengatakan, tata laksana shalat Tarawih dalam Ramadhan 1442 Hijriah tetap seperti yang berlaku saat ini yaitu shalat berjamaah di masjid atau mushalla bagi daerah yang terkendali dari penularan wabah Covid-19. "Shalat Tarawih seperti biasa," kata Wakil Ketua I MPU Aceh yang akrab disapa Lem Faisal, ini.

Sebelumnya, MPU Aceh mengeluarkan taushiyah berkenaan dengan tata cara pelaksanaan ibadah bulan Ramadhan dan kegiatan keagamaan lainnya di tengah pandemi Covid-19. Tausiyah Nomor 5 Tahun 2020 tertanggal 21 April 2020 itu untuk menjawab kegelisahan masyarakat tentang pelaksanaan shalat Tarawih di tengah wabah Covid-19.

"Diminta kepada setiap komponen masyarakat yang berdomisili di kawasan yang kondisi penularan wabah penyakit Covid-19 masih terkendali, maka pelaksanaan ibadah shalat fardhu, Tarawih, Witir, dan shalat hari raya (shalat Id) dapat dilaksanakan di masjid dan meunasah dengan membatasi waktu pelaksanaannya," bunyi salah satu poin taushiyah MPU Aceh, tahun lalu. Sementara bagi daerah yang tak terkendali atau kawasan yang berstatus zona merah, diminta agar tidak menyelenggarakan semua aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak.

Terkait penetapan status daerah aman atau tidak, jelas Tgk Faisal, itu sepenuhnya kewenangan Pemerintah Aceh. "Diminta kepada pemerintah untuk menetapkan status kawasan penularan pandemi Covid-19 sesuai dengan tingkat dan klasifikasi daruratnya (terkendali atau tidak terkendali)," bunyi poin lain taushiyah yang sama.

Sedangkan terkait ibadah lain seperti pembayaran zakat, infak, dan sedekah, tetap dilaksanakan seperti biasa. Tujuannya, agar kepedulian dan perhatian terhadap duafa/fakir miskin yang berdampak penularan wabah Covid-19 tetap maksimal. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved