Breaking News:

KKB Papua

KKB Papua Bumihanguskan Sekolah, dan Hujani Peluru ke Markas Koramil Beoga

Dengan minimya jumlah personel kemanan di Beoga, ia berharap tambahan pasukan yang dikirim dari Mimika dan Intan Jaya segera tiba.

Editor: Ansari Hasyim
Via Intisari
KKB Papua 

SERAMBINEWS.COM - Sebelum membakar sejumlah ruangan sekolah, KKB sempat memprovokasi aparat keamanan.

Mereka melepaskan tembakan ke arah Koramil Beoga.

"Kemarin mereka sempat buang tembakan untuk mengganggu aparat yang bertugas di Beoga, mereka tembak ke arah Koramil, itu dari jam 07.45 sampai 10.30 wit," kata Kapolsek Beoga Ipda Ali Akbar saat diwawancara melalui sambungan telepon, Senin (12/4/2021).

Ali yakin KKB tersebut masih berada di wilayah Beoga.

Mereka diduga bersembunyi di sekitar ujung Bandara Beoga.

Dengan minimya jumlah personel kemanan di Beoga, ia berharap tambahan pasukan yang dikirim dari Mimika dan Intan Jaya segera tiba.

"Kami berharap personel perkuatan segera masuk untuk lakukan pengejaran terhadap penembakan kepada guru," kata dia.

Pemuda Libya Kembangkan Tanaman Hidroponik, Atasi Kesulitan Petani Tradisional di Gurun

PUPR Nagan Raya Sebut Perbaikan Jalan ke Anggaran Perubahan, Warga Gelar Aksi Tanam Pohon Pisang 

FK-Unaya Serahkan 48 Dokter Muda ke RSUD Meuraxa Banda Aceh

Tak hanya itu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker juga terus melakukan aksi brutal di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

KKB kembali membakar sejumlah ruangan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Beoga pada Minggu (11/4/2021) malam.

SMPN 1 Beoga berada satu kompleks dengan Sekolah Dasar Inpres Beoga dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Beoga.

"Hari ini tidak ada penembakan, terakhir tadi malam (11/4/2021) mereka bakar enam ruang SMP ditambah satu ruang laboratorium, satu ruangan perpustakaan dan gudang, jadi total sembilan ruangan yang dibakar. Kejadian sekitar 18.25 WIT," ujarnya.

Bahan Makanan Menipis

Selain keamanan yang belum kondusif, Ali Akbar juga menyebutkan, stok bahan makanan di polsek dan koramil semakin menipis.

Dua lokasi itu menjadi tempat pengungsian bagi warga yang berasal dari luar daerah Kabupaten Puncak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved