Breaking News:

KKB Papua

KKB Papua Bumihanguskan Sekolah, dan Hujani Peluru ke Markas Koramil Beoga

Dengan minimya jumlah personel kemanan di Beoga, ia berharap tambahan pasukan yang dikirim dari Mimika dan Intan Jaya segera tiba.

Editor: Ansari Hasyim
Via Intisari
KKB Papua 

"Hari ini tidak ada penembakan, terakhir tadi malam (11/4/2021) mereka bakar enam ruang SMP ditambah satu ruang laboratorium, satu ruangan perpustakaan dan gudang, jadi total sembilan ruangan yang dibakar. Kejadian sekitar 18.25 WIT," ujarnya.

Bahan Makanan Menipis

Selain keamanan yang belum kondusif, Ali Akbar juga menyebutkan, stok bahan makanan di polsek dan koramil semakin menipis.

Dua lokasi itu menjadi tempat pengungsian bagi warga yang berasal dari luar daerah Kabupaten Puncak.

"Ya (stok makanan menipis) karena sudah satu minggu ini tidak pernah ada penerbangan, cuma satu kali pesawat masuk untuk ambil jenazah saja. Stok makanan paling dua hari lagi habis," kata dia.

Hal yang sama juga diakui Eni (bukan nama sebenarnya), seorang warga Beoga yang mengungsi di sekitar Koramil dan Polsek Beoga.

Ia tengah bersembunyi dengan 13 orang lainnya, termasuk seorang bayi dan dua balita.

Eni mengamini stok makanan sudah sangat sedikit.

"Ini paling tinggal satu hari, kalau susu untuk bayi ini mungkin sore ini sudah habis," kata Eni.

Situasi keamanan di Beoga mendadak berubah setelah KKB berulah di lokasi tersebut sejak Kamis (8/4/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved