Breaking News:

Internasional

Raja Salman Setujui Shalat Tarawih di Dua Masjid Suci, Ada Aturannya

Raja Salman telah menyetujui shalat Tarawih diadakan di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah selama Ramadhan.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Majed Al-CHARFI
Warga melaksanakan shalat Zuhur di dalam Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi pada hari pertama dibuka, Minggu (31/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Raja Salman telah menyetujui shalat Tarawih diadakan di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah selama Ramadhan 2021.

Tetapi menguranginya menjadi 10 rakaat.

Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, kepala Presidensi Urusan Dua Masjid Suci, mengatakan keputusan itu didasarkan pada ketajaman Raja Salman untuk terus mengadakan shalat di kedua masjid itu.

Dilansir ArabNews, Senin (12/4/12021), semua cara dimanfaatkan untuk membantu jamaah melakukan shalat di lingkungan aman.

Dia menambahkan kepresidenan mengerahkan semua sumber daya untuk melayani jamaah selama Ramadhan.

Kementerian Urusan Islam mengumumkan bahwa shalat Tarawih dan Qiyaam akan digabungkan dengan shalat Isya di semua masjid dan tidak lebih dari 30 menit.

Baca juga: Arab Saudi Tunda Vaksinasi Dosis Kedua Vaksin Covid-19, Fokuskan Penduduk yang Belum Divaksin

Kementerian mengatakan keputusan itu dibuat untuk mengurangi durasi jamaah di dalam masjid dan untuk menghindari tingkat infeksi yang tinggi.

Kementerian Haji dan Umrah mengatakan mulai Ramadhan 1, izin umrah, shalat dan kunjungan ke Dua Masjid Suci akan diberikan kepada orang-orang yang telah menerima vaksin COVID-19.

Atau sesuai ketersediaan dari aplikasi Tawakkalna.

Kementerian juga mengatakan izin umrah dapat diperoleh melalui hotel-hotel di sekitar Masjidil Haram selama Ramadan.

Baca juga: Saudi Buka Peluang Haji untuk Jamaah RI, Buka Opsi dengan Jumlah Terbatas

Pihak berwenang pekan lalu mengatakan hanya jamaah dengan izin yang diizinkan memasuki Masjidil Haram dan melakukan shalat dan umrah selama bulan tersebut dan hingga akhir pandemi.

Kementerian, berkoordinasi dengan Otoritas Saudi untuk Data dan Kecerdasan Buatan, mengatakan hotel hanya mengeluarkan izin umrah, tanpa izin untuk shalat di Masjidil Haram, melalui aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna.

Kementerian mengatakan, hal itu sebagai tambahan dari aturan dan mekanisme penerbitan umrah dan izin shalat di Masjidil Haram yang telah diumumkan sebelumnya di Masjidil Haram selama Ramadan 2021.

Kendaraan tidak resmi tidak akan diizinkan di Wilayah Tengah sekitar Mekkah, dan pengunjung harus tiba tepat waktu atau berisiko kehilangan slot waktu mereka.

Anak-anak tidak akan diizinkan memasuki masjid, atau halaman di sekitar masjid.

Baca juga: Maskapai Arab Saudi Kembali Beroperasi 17 Mei 2021

Kementerian meminta orang-orang untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan, kesehatan dan keamanan mereka yang mengunjungi Masjidil Haram.

Sementara itu, Sheikh Mohammed bin Ahmed Al-Khudairi, Wakil Presiden Masjid Nabawi, meluncurkan layanan elektronik untuk mengukur kapasitas masjid.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved