Breaking News:

Kupi Beungoh

BERTOPENG DENGAN RAMADHAN

Artis dan penyanyi yang laki-laki tampil dalam acara televisi sudah berbaju koko serta berkopiah dan yang perempuan mendadak berhijab.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Nazarullah, S.Ag, M.Pd, Widyaiswara pada Balai Diklat Keagamaan Aceh dan Mahasiswa Program Doktor di UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh. 

Oleh, Nazarullah, S.Ag, M.Pd*)

“Alangkah hina/celakanya seseorang yang kedatangan bulan ramadhan, sementara dia tidak diampuni dosa-dosanya”. (HR. Al-Baihaqi)

Setiap bulan Ramadhan tiba, kita selalu melihat tampilan manusia berubah, baik sikap, perilaku atau bahkan cara berpakaian.

Banyak di antara kita yang “mengislamkan” diri serta mengubah pola hidup yang sebelumnya dianggap buruk, tiba-tiba menjadi baik dan bersahaja.

Yang sebelumnya tidak berbusana muslimah, tiba-tiba dalam bulan Ramadhan mendadak berjilbab.

Hal ini tidak hanya terjadi atau berlaku kepada orang perorang, bahkan restoran  atau tempat yang sering dikunjungi publik, merubah  tampilan dan programnya dengan nuansa Ramadhan.

Seolah-olah semuanya serba “islami”.

Melihat fenomena semacam ini, seakan-akan Islam itu hanya ada di bulan Ramadhan.

Tak terkecuali, artis-artis dan siaran televisipun dikemas menjadi “islami”.

Artis dan penyanyi yang laki-laki tampil dalam acara televisi sudah berbaju koko serta berkopiah dan yang perempuan mendadak berhijab.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved