Breaking News:

Opini

Cerdas Memilih Menu Puasa

Bulan ini, Allah akan melipatgandakan pahala bagi segala amal baik yang kita lakukan, tentunya semua muslim berlomba-lomba untuk mendapatkannya

Cerdas Memilih Menu Puasa
IST
Sri Mulyati Mukhtar, SKM., MKM,  Promotor Kesehatan Masyarakat pada RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, Persagi Cabang Aceh Utara

Oleh Sri Mulyati Mukhtar, SKM., MKM,  Promotor Kesehatan Masyarakat pada RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, Persagi Cabang Aceh Utara

Kita telah memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dinantikan segenap umat Muslim sejagat raya. Bulan ini, Allah akan melipatgandakan pahala bagi segala amal baik yang kita lakukan, tentunya semua muslim berlomba-lomba untuk mendapatkannya, salah satunya dengan berpuasa.

Tahun 2021 ini merupakan tahun kedua Muslim di dunia termasuk negeri kita menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19. Tentunya bukan perkara mudah berpuasa di tengah situasi ini, selain tubuh harus menahan haus dan lapar, kita juga diwajibkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari ancaman virus corona. Pastinya meningkatkan imunitas tubuh suatu solusi terbaik melawan virus tersebut.

Berbagai studi menunjukan bahwa salah satu kunci agar terhindar dari penularan Covid-19 adalah dengan menjaga daya tahan tubuh berada dalam kondisi prima. Segala upaya pun dilakukan untuk meingkatkan daya tahan tubuh di antaranya dengan cerdas memilih menu konsumsi dengan gizi seimbang.

Namun kemudian muncul pertanyaan ketika kita berpuasa, tidak makan minum selama kurang lebih 14 jam apakah tidak akan memengaruhi imunitas tubuh? Sebagian awam ikut berpendapat bahwa puasa membuat daya tahan tubuh menjadi lemah karena tidak adanya asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu yang panjang.

Sementara virus corona akan lebih mudah menyerang orang dengan daya tahan tubuh lemah, sehingga dikhawatirkan puasa membuat ketahanan tubuh melawan penyakit berkurang sehingga orang lebih rentan terjangkit Covid-19. Tentu saja ini pendapat kurang tepat.

Studi para ilmuan mengindikasikan bahwa puasa dapat meningkatkan aktivitas sel imun. Beberapa penelitian menjelaskan, setelah berpuasa selama 30 hari ternyata sistem imun kita malah lebih baik, badan seperti ter-recharge ulang. Atau kalau diibaratkan motor, puasa merupakan saatnya service mesin untuk memeriksa dan memperbaiki berbagai onderdil yang rusak.

Riset ilmuwan dari University of California menunjukkan puasa yang terkontrol dengan asupan gizi yang baik dapat mendorong regenerasi sel darah putih (leukosit), kita ketahui leukosit membantu tubuh melawan infeksi virus dan bakteri. Hasilnya menunjukkan puasa dapat memprogram ulang sistem kekebalan tubuh yang rusak.

Agar ibadah puasa berjalan baik dan tidak mengganggu kesehatan, tubuh membutuhkan asupan nutrisi seimbang serta cairan yang cukup, terlebih di situasi pandemi ini. Di sinilah diharapkan kita harus cerdas mengupayakan asupan selama puasa agar terpenuhi semua unsur zat-zat gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Terkait hal ini, World Health Organization (WHO), memiliki sejumlah imbauan untuk diperhatikan agar kesehatan tetap terjaga. Dilansir dari Republika, Senin 5 April 2021, warga Muslim diimbau untuk mempertahankan pola makan yang sehat dan minum banyak air. Selama Ramadhan, diminta untuk menghindari rokok, makanan tinggi kalori atau junk food, serta makanan tinggi kandungan gula.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved