Breaking News:

Polisi Amankan 6,7 Kg Sabu,  4 Tersangka dan 1 Senpi Rakitan Diamankan

Personel Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar, membongkar sindikat peredaran narkoba jaringan internasional

Editor: bakri
Humas Polres Aceh Besar
Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan, SIK M.H, saat konferensi pers terkait kasus tersebut di Mapolres Aceh Besar , Senin (12/4/2021). 

JANTHO - Personel Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar, membongkar sindikat peredaran narkoba jaringan internasional. Selain mengamankan 6.782,26 gram (6,78 kg) sabu, petugas juga meringkus empat tersangka di tiga lokasi berbeda. Satu pucuk senjata api rakitan jenis FN bersama satu butir peluru ikut disita.

Pembongkaran sindikat narkoba itu disampaikan Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan SIK MH, didampingi Wakapolres Kompol S Anam, dan Kasat Narkoba Iptu Sumardi SH MH, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Mapolres Aceh Besar, di Kota Jantho, Senin (12/4/2021).

Selain menghadirkan keempat tersangka, dalam konferensi pers itu juga diperlihatkan barang bukti sabu dan senjata api rakitan. "Mereka adalah sindikat narkoba jaringan internasional. Barang haram ini berasal dari Bireuen yang pernah tertangkap ratusan kilogram beberapa lalu," ujar Kapolres Aceh Besar.

Dijelaskan AKBP Riki Kurniawan, keempat tersangka ditangkap dari tiga lokasi berbeda. Tersangka IN ditangkap di Desa Lampanah Ineu, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Kamis (8/4/2021) sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan 530 gram sabu, satu handphone, dan sepeda motor Vixion.

Untuk tersangka MAR dan AIY, tambah Kapolres, ditangkap di daerah Bireuen. Dari tangan MAR, petugas berhasil mengamankan delapan bungkus sabu dengan berat 6.235 gram dan dua handphone. “Sedangkan dari tersangka AIY diamankan sabu seberat 2,86 gram, satu handphone, dan satu pucuk senjata api rakitan jenis FN bersama satu butir peluru,” jelas AKBP Riki Kurniawan.

Satu tersangka lainnya yang berhasil ditangkap petugas adalah HAR. Tersangka  ditangkap di Suka Makmur,  Jumat (9/4/2021).

Ditambahkan Kapolres, berdasarkan keterangan tersangka IN, pada Rabu (27/1/2021) sekira pukul 03.00 WIB, saat dirinya sedang menjaga pasar di Bireuen, dijumpai dua orang berinisial NUR dan SM. Kedua orang itu menjanjikan hadiah kepada IN jika mau membantu mengantarkan mereka ke Sampoi Ajat, Kecamatan Jeunieb, Bireuen. Dengan menggunakan becak mesin, sekitar pukul 05.00 WIB, IN bersama temannya AL yang juga penjaga pasar  mengantarkan NUR cs.

“Saat itu, tersangka NUR cs mengatakan kepada IN dan AL,  ‘kamu ambil satu karung sabu dekat pohon kelapa’. Sekira pukul 06.00 WIB  IN dan AL mengambil sekarung sabu di bawah pohon kelapa yang berjarak sekitar 10 meter dari KM Tuah Sempurna, di Kuala Matang Bangka,” terang AKBP Riki Kurniawan

Sabu tersebut, jelas Kapolres, kemudian diangkut menggunakan sepeda motor ke rumah KR. Sabu tersebut dibagi AL sebanyak 10 kilogram, 2 kg diserahkan ke KR. Sedaangkan 18 kg dibawa ke rumah tersangka IN dan disimpan di dalam guci. “Namun tanpa persetujuan tersangka IN, tersangka RZ mengambil sebanyak 3 kilogram, selanjutnya tersangka IN menyerahkan sabu 4 kilogram kepada tersangka AIY dan sisanya 8 kilogram disimpan atau diserahkan kepada ND (DPO) dan ND menyerahkan ke tersangka MAR. Kemudian, tersangka IN menyerahkan ke CP (DPO) untuk disimpan sebanyak 1,5 kilogram.” jelas Kapolres.

Setelah itu, tambah Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan, tersangka IN kemudian menjual sabu di kawasan Geumpang Pidie sebanyak lima ons dan tersangka IN juga pernah membuang ke Krueng Trienggadeng sebanyak 2 ons.

Pada Jumat (9/4/2021) sekira pukul 05.00 WIB, lanjut Kapolres, petugas berhasil mengamankan MAR di Desa Lhok Kulam, Kecamatan Jeunieb. Dari penangkapan itu petugas menemukan delapan bungkus besar sabu di atas lemari pakaiannya.

Kemudian dikembangkan dan melakukan penggeledahan rumah ND, namun hasilnya nihil. Sekira pukul 08.00 WIB diamankan tersangka AIY di daerah Kecamatan Pandrah,  Bireuen, dan ditemukan narkotika jenis sabu seberat 16,40 gram.

Selanjutnya, pada pukul 17.30 WIB,  polisi mengamankan HAR warga Klieng Mayang, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar. Polisi mengamankan sabu seberat 2, 86 gram dan senpi FN yang didapatkan saat penggeledahan rumah tersangka HAR. Tersangka HAR mengakuinya bahwa senpi tersebut yang dititipkan oleh IN.

"Terhadap empat tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup," pungkas Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan SIK MH.(as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved