Breaking News:

Internasional

Rencana Denmark Pulangkan Pengungsi Suriah Picu Kontroversi

Rencana pemerintah Denmark memulangkan pengungsi Suriah ke negaranya memicu kontrovesi. Denmark terus menghadapi kritikan yang meningkat atas

Twitter
Aya Abu-Daher, pengungsi dari Suriah telah diberitahu izin tinggalnya yang habis pada akhir Januari 2021 lalu tidak akan diperpanjang. 

UNHCR mengatakan tidak menganggap peningkatan keamanan baru-baru ini di beberapa bagian Suriah cukup mendasar, stabil atau tahan lama.

Untuk membenarkan penghentian perlindungan internasional bagi kelompok pengungsi mana pun.

Kelompok hak asasi Amnesty International juga mengecam perkembangan yang mengkhawatirkan.

“Denmark terus mengirimkan sinyal mereka tidak ingin ada pencari suaka di negara ini dan menakut-nakuti orang-orang yang ada di sini untuk kembali ke negara asalnya,” kata Lisa Blinkenberg, penasihat senior Amnesti di Denmark, mengatakan AFP.

“Tidak hanya Denmark yang menjadi tempat terburuk di Eropa tetapi negara itu juga menunjukkan kurangnya solidaritas dengan negara-negara Eropa lainnya,” kata Hansen.

Baca juga: AS Desak Sekutu Barat Pulangkan Pejuang dan Keluarga ISIS dari Kamp Tahanan Kurdi di Suriah

Tapi, meski ada kritik bahkan dari dalam parlemen, pemerintah tetap berpegang teguh pada senjatanya.

"Kebijakan pemerintah berhasil, dan saya tidak akan mundur, itu tidak akan terjadi," kata Menteri Migrasi Sosial Demokrat Mattias Tesfaye setelah permohonan Aya Abu-Daher disiarkan.

“Denmark telah terbuka dan jujur ​​sejak hari pertama," ”kata Tesfaye kepada AFP.

"Kami telah menjelaskan kepada para pengungsi Suriah bahwa izin tinggal mereka bersifat sementara," tambahnya.

"Izin tersebut dapat dicabut jika kebutuhan akan perlindungan tidak ada lagi," jelasnya.

Negara Nordik itu memiliki tujuan nol pencari suaka dan juga menawarkan hibah khusus untuk pengungsi yang kembali secara sukarela, yang diterima oleh 137 warga Suriah pada 2020.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved