Breaking News:

Jurnalisme Warga

Uniknya Wisuda Lantatur di Unimal

Wisuda Ke-25 Universitas Malikussaleh (Unimal) di Kampus Utama Reuleut memiliki keunikan tersendiri

hand over dokumen pribadi
Prof. Dr. APRIDAR, S.E., M.Si., Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Malikussaleh (Unimal) dan Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) Aceh, melaporkan dari Kampus Utama Unimal Reuleut, Aceh Utara 

OLEH Prof. Dr. APRIDAR, S.E., M.Si., Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Malikussaleh (Unimal) dan Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) Aceh, melaporkan dari Kampus Utama Unimal Reuleut, Aceh Utara

Wisuda Ke-25 Universitas Malikussaleh (Unimal) di Kampus Utama Reuleut memiliki keunikan tersendiri peserta dengan bangganya ikut wisuda dengan mengendarai becak motor (betor) hasil usaha sendiri dari program kewirausahaan yang dipraktikkan ketika berstatus mahasiswa.

Betor merupakan moda transportasi roda tiga yang sering digunakan masyarakat untuk bepergian antardesa dan atau dalam sebuah kecamatan untuk keperluan sehari-hari. Misalnya, saat pergi belanja ke pasar, berangkat kerja dan sekolah, serta berbagai keperluan lainnya di dalam kota.

Namun, kesannya menjadi unik ketika betor digunakan untuk menghadiri pengukuhan atau wisuda kesarjanaan. Untuk hadir naik betor ke arena wisuda di Kampus Unimal yang berjarak 17 km dari Kota Lhokseumawe memerlukan waktu tempuh 45 menit.

Di masa pandemi Covid-19 telah terjadi berbagai perubahan aktivitas manusia. Kerumunan massa sangat dihindari agar tidak terjadi klaster baru penularan Covid yang menjadi momok sangat menakutkan bagi warga sedunia. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) merupakan salah satu protokol kesehatan (prokes) yang diterapkan untuk mengurangi konsentrasi massa karena dikhawatirkan dapat meningkatkan jumlah penderita corona.

Begitu juga kegiatan akademik berupa wisuda yang dilaksanakan oleh Unimal, diharuskan untuk mematuhi prokes sehingga pelaksanaan wisuda dilakukan dengan sistem “drive thru”, yaitu layanan tanpa turun (lantatur).

Wisuda lantatur merupakan salah satu alternaatif bijak dalam pelaksanaan puncak kegiatan akademik di kampus yang juga tak mengurangi kekhidmatan rapat senat universitas dalam rangka melepaskan putra-putri almamaternya untuk terjun ke tengah masyarakat. Mereka yang diwisuda pada angkatan ke-25 tahun ini mencapai 861 lulusan yang sebagian besar sudah dapat pekerjaan, baik formal maupun informal.

Ada di antara mereka yang meneruskan program kegiatan kewirausahaan yang dilakukan atas binaan Unimal. Dengan adanya bimbingan dari dosen kewirausahaan mahasiswa dibekali kemampuan untuk berwirausaha sehingga mampu menciptakan berbagai inovasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi digitalisasi, sehingga menghasilkan daya saing yang mumpuni.

Banyak pelaku kewirausahaan yang dibina oleh lembaga inovasi Unimal mampu bertahan serta mengungguli pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya. Kesuksesan dari alumni ini merupakan salah satu program yang telah dijalankan Unimal sejak sepuluh tahun lalu. Dengan berbagai perkembangan serta peningkatan program kewirausahaan ini, menjadikan kegiatan tersebut sebagai program kemandirian unggulan yang dapat meningkatan kesejahteraan para mahasiswa dan alumni itu sendiri.

Keseriusan dalam menjalankan program yang menyentuh kesejahteraan masyarakat tersebut terbukti dengan dibukanya Program Studi (Prodi) Ekonomi Bisnis sejak tahun 2019 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimal.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved