Breaking News:

Analisis Kesepakatan Iran-China di Tengah Transisi Kekuatan Global, Kartu Truf Penting Bagi Iran

Sebagai imbalan atas investasi ini, Iran, di sisi lain, akan menjual minyak dengan harga relatif rendah ke China secara permanen.

Editor: Zaenal
Sumber: Kompas TV
Ilustrasi Konflik Amerika VS Iran dinilai menguntungkan China 

Oleh Dr. Ezgi Uzun

(Instruktur di Sabanci University, dengan penelitiannya berfokus pada kebijakan luar negeri Iran, budaya keamanan dan militer, geopolitik Syiah, dan Poros Perlawanan di Timur Tengah)

PADA tanggal 27 Maret 2021, Iran dan China menandatangani perjanjian kerja sama Kemitraan Strategis Komprehensif 25 Tahun.

Perjanjian ini memicu kontroversi signifikan setelah rancangannya bocor ke pers pada Juli 2020.

Draf 18 halaman yang dipublikasikan membayangkan kerja sama yang intens antara kedua negara dalam produksi minyak, transportasi dan keamanan; aktivitas pembangunan infrastruktur kereta api, jalan raya, dan pelabuhan di Iran, yang penting untuk Belt and Road Initiative China; penggunaan mata uang nasional dalam kegiatan perbankan internasional; dan terakhir di sektor strategis lainnya seperti pertahanan, militer dan teknologi informasi.

Meskipun angka mengenai kerja sama di sektor-sektor yang disebutkan tidak dibagikan secara resmi, dilaporkan bahwa China akan menginvestasikan $ 280 miliar (Rp 4 ribu triliun lebih) di sektor energi Iran dan $ 120 miliar (Rp 1.700 triliun) dalam kegiatan pembangunan infrastrukturnya, dengan total $ 400 miliar (Rp 5.800 triliun lebih).

Sebagai imbalan atas investasi ini, Iran, di sisi lain, akan menjual minyak dengan harga relatif rendah ke China secara permanen.

Pakar internasional memandang perjanjian China-Iran, berdasarkan konten dan waktunya, sebagai manuver politik melawan kesepakatan nuklir, yang telah bolak-balik antara pemerintah Biden dan Teheran.

Sementara beberapa orang mengklaim bahwa keragu-raguan pemerintahan Biden untuk kembali ke kesepakatan nuklir dengan Iran membuat Iran semakin dekat dengan China, yang lain melihat kesepakatan itu sebagai "pengubah permainan" bagi Iran.

Baca juga: Kapal Perang Iran di Laut Merah Jadi Sasaran Serangan Senyap, Tuduh Israel Biang Keladi

Baca juga: Iran Klaim Kerjasama dengan China Akan Mampu Menyaingi Dominasi AS

Persaingan Global AS-China

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved