Breaking News:

Internasional

AS Lanjutkan Penjualan Senjata Canggih ke UEA, Hasil Kesepakatan Mantan Presiden Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengatakan kepada Kongres melanjutkan penjualan senjata canggih senilai $ 23 miliar ke Uni Emirat Arab (UEA).

Editor: M Nur Pakar
AP
Seorang pilot dan kru jet tempur F-35 sedang mempersiapkan misi di Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab pada 5 Agustus 2019. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengatakan kepada Kongres melanjutkan penjualan senjata canggih senilai $ 23 miliar ke Uni Emirat Arab (UEA).

Termasuk pesawat canggih F-35 canggih, drone bersenjata, dan peralatan lainnya, kata asisten kongres pada Selasa (13/4/2021).

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah akan bergerak maju dengan penjualan yang diusulkan ke UEA.

"Bahkan saat kami terus meninjau detail dan berkonsultasi dengan pejabat Emirat" terkait dengan penggunaan senjata tersebut," katanya, seperti dilansir, AP, Rabu (14/4/2021).

Pemerintahan presiden Demokrat telah menghentikan sementara kesepakatan yang disetujui oleh mantan Presiden Donald Trump.

Baca juga: UEA Nilai Sanksi AS Persulit Suriah Kembali Masuk Wlayah Arab

Penjualan ke negara Teluk itu diselesaikan tepat sebelum Trump meninggalkan jabatannya.

Pemerintahan Trump mengatakan kepada Kongres pada November 2020, telah menyetujui penjualan ke UEA.

Sebagai timbal balik dari kesepakatan Abraham Accords, perjanjian yang ditengahi AS pada September 2020

Di mana UEA setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Dalam bulan-bulan terakhir pemerintahan Trump, Israel mencapai kesepakatan dengan UEA, Bahrain, Sudan, dan Maroko sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved